Genangan air yang meluas di sejumlah titik Jakarta pada akhir pekan membuat sejumlah warga harus dievakuasi dari rumahnya. Di wilayah Kembangan, Jakarta Barat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengerahkan tim tanggap bencana untuk membantu warga yang terjebak banjir.
Operasi dilakukan di kawasan Kompleks Keuangan RI, Jalan Kembangan, pada Minggu (8/3/2026). Banjir dipicu hujan berintensitas tinggi sejak Sabtu siang, yang kemudian memicu kenaikan debit air di beberapa permukiman dan membuat mobilitas warga terganggu.
BAZNAS menurunkan tim yang berisi empat personel terlatih. Dukungan peralatan juga disiapkan, mulai dari satu unit mobil rescue hingga perangkat evakuasi air berupa perahu karet jenis LCR yang dilengkapi motor tempel.
Dengan skema penyisiran dari titik yang paling terdampak, tim melakukan penjemputan warga dari rumah-rumah yang tidak dapat diakses kendaraan biasa. Proses evakuasi diprioritaskan untuk memastikan warga bisa berpindah ke area yang lebih aman tanpa menunggu situasi memburuk.
Hasilnya, sebanyak 30 orang yang sempat terjebak di dalam rumah berhasil dipindahkan dengan selamat. Warga dievakuasi menuju lokasi yang lebih tinggi dan relatif aman, sekaligus untuk menghindari risiko kesehatan maupun kecelakaan akibat arus air.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyampaikan bahwa keselamatan jiwa menjadi tujuan utama dalam respons kemanusiaan kali ini. Ia menjelaskan, BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) diminta bergerak cepat ke titik krusial, terutama permukiman padat yang debit airnya naik signifikan.
Menurutnya, penanganan di lapangan juga menaruh perhatian khusus pada kelompok rentan. Lansia dan anak-anak menjadi prioritas karena memiliki risiko lebih besar saat harus berpindah di kondisi banjir, terlebih bila akses keluar-masuk kawasan terbatas.
BAZNAS menegaskan kesiapsiagaan akan terus dijaga selama cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Langkah ini sekaligus menegaskan peran BAZNAS yang tidak hanya menghimpun dan menyalurkan zakat, tetapi juga hadir aktif saat situasi darurat bencana menuntut respons cepat.
Di lapangan, koordinasi, alat yang memadai, dan kecepatan keputusan menjadi kunci. Dalam kondisi banjir, selisih beberapa menit bisa menentukan—karena air tidak menunggu warga selesai berunding, ia naik saja duluan.






