BAZNAS RI menyelenggarakan program “Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan” yang menyasar anak-anak jalanan di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kolong, Ciputat, Tangerang Selatan. Kegiatan ini digelar bersama mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan diikuti sekitar 200 anak pada Jumat, 27 Februari 2026.
Program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial mahasiswa penerima beasiswa BAZNAS selama bulan Ramadan. Pelaksanaannya disebut berlangsung serentak di ratusan titik di Indonesia dan juga menjangkau beberapa negara, menunjukkan skala program yang luas dan inklusif.
Sasaran kegiatan tidak hanya anak jalanan, tetapi juga kelompok marginal lain seperti anak disabilitas, yatim, korban bencana, hingga anak-anak pengungsi Palestina di kawasan Timur Tengah. Pendekatan ini menegaskan bahwa program dakwah dan pendidikan Ramadan diupayakan menyentuh kelompok yang kerap sulit mengakses pembinaan keagamaan.
Suasana kegiatan di Ciputat berlangsung hangat dan penuh kegembiraan. Salah satu momen yang menonjol adalah ketika anak-anak menuliskan pesan-pesan empati dan penyemangat untuk anak-anak di Palestina, lalu menempelkannya di papan khusus sebagai simbol persaudaraan lintas negara.
Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI, Farid Septian, menjelaskan bahwa mahasiswa BCB berperan sebagai penggerak utama aksi sosial ini. Ia menyebut program dirancang untuk mengajak, menginspirasi, dan menghadirkan pengajaran keislaman yang kondusif bagi anak-anak jalanan dan kelompok marginal lainnya.
Farid menekankan bahwa BAZNAS ingin menghadirkan keberkahan Ramadan sebagai “cahaya” bagi anak-anak yang belum tersentuh pendidikan agama secara memadai. Menurutnya, program ini juga menunjukkan bahwa dana zakat dapat dikelola secara inklusif untuk mendukung pendidikan, dakwah, dan penguatan nilai kemanusiaan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menilai program ini sebagai bentuk nyata komitmen BAZNAS dalam menghidupkan ekosistem pendidikan di tingkat akar rumput. Selain pendampingan, kegiatan juga diarahkan untuk menumbuhkan literasi dan spiritualitas anak-anak.
Apresiasi turut datang dari pihak kampus. Wakil Rektor III UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Ali Munhanif, menilai pelibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial semacam ini menjadi teladan baik karena mendorong mahasiswa hadir langsung di tengah masyarakat dan merangkul kelompok yang kurang beruntung.
Dampak program juga dirasakan oleh masyarakat sekitar. Orang tua yang mendampingi anak-anak menyampaikan terima kasih atas kegiatan yang dinilai bermanfaat selama Ramadan, sekaligus berharap program serupa terus berlanjut agar anak-anak memiliki ruang belajar yang sehat dan penuh semangat.






