Jalan desa yang rapi sering terasa sepele sampai akhirnya dipenuhi rumput liar dan sampah, lalu akses warga mulai terganggu. Itulah yang mendorong kegiatan kerja bakti di Desa Kembangan, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, pada Jumat (20/2/26).
Kegiatan tersebut melibatkan Babinsa Desa Kembangan Serka Parlan, anggota Koramil 0804/09 Sukomoro Kodim 0804/Magetan, bersama warga setempat. Mereka menyisir sisi kiri-kanan jalan desa untuk menyingkirkan gulma, ranting, serta sampah yang menumpuk.
Suasana gotong royong terasa hidup sejak pagi. Warga datang dengan perlengkapan sederhana—cangkul, sabit, sapu, dan karung—lalu berbagi tugas agar pekerjaan cepat selesai. Ada yang menebas rumput, ada yang mengumpulkan sampah, sementara lainnya merapikan area yang mulai menyempit.
Serka Parlan menjelaskan bahwa kerja bakti seperti ini bukan sekadar urusan bersih-bersih, tetapi juga cara menjaga kedekatan aparat kewilayahan dengan masyarakat. Menurutnya, kebersamaan yang dibangun lewat kegiatan lapangan akan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Ia menambahkan, jalan desa yang bersih membuat mobilitas warga lebih nyaman dan aman. Ketika bahu jalan rapi, risiko licin atau tersangkut rumput saat malam hari bisa berkurang, dan pengguna jalan—baik pejalan kaki maupun pengendara—lebih mudah melintas.
Dukungan juga datang dari pimpinan satuan. Danramil 0804/09 Sukomoro Kapten Arh Ismani menyampaikan apresiasi atas kekompakan Babinsa dan warga. Ia menilai gotong royong merupakan bentuk sinergi yang nyata antara TNI dan masyarakat, sekaligus budaya bangsa yang perlu terus dijaga.
Kapten Ismani berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda sesaat. Menurutnya, kebiasaan saling membantu di tingkat desa menjadi pondasi persatuan dan kebersamaan, apalagi untuk urusan yang dampaknya langsung terasa seperti kebersihan dan akses jalan.
Dari pihak desa, Kepala Desa Kembangan, Yani Maryadi, S.Sos., menyambut baik kerja bakti tersebut. Ia menyampaikan terima kasih karena Babinsa dinilai aktif hadir membantu warga dan ikut menjaga suasana desa tetap sehat serta nyaman.
Yani menilai kerja bakti memberi manfaat ganda: lingkungan lebih bersih, dan hubungan antara aparat serta masyarakat makin harmonis. Saat warga berkumpul untuk tujuan yang sama, komunikasi menjadi lebih mudah dan rasa memiliki terhadap lingkungan ikut meningkat.
Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan aman dan tertib. Semangat kebersamaan tetap terasa hingga pekerjaan selesai, menegaskan bahwa gotong royong masih menjadi cara paling efektif untuk merawat fasilitas publik di tingkat desa.






