Pemerintah dan aparat keamanan di Kabupaten Magetan mengintensifkan pengawasan selama Ramadan 1447 Hijriah. Pada Senin malam, 23 Februari 2026, patroli gabungan digelar untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus memastikan aktivitas publik tetap menghormati suasana bulan puasa.
Patroli ini dipusatkan di Kantor Subdenpom V/1-5 Magetan, Jalan Pahlawan No.1. Kegiatan dimulai sekitar pukul 22.00 WIB dan dipimpin langsung Kapten Setyo Boedi Oetomo selaku Dansubdenpom V/1-5 Magetan.
Sinergi lintas instansi menjadi ciri utama kegiatan tersebut. Selain personel Subdenpom, turut terlibat unsur Kodim 0804/Magetan, Polres Magetan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, hingga Kominfo Kabupaten Magetan. Kolaborasi ini dimaksudkan agar tindakan di lapangan terkoordinasi, baik untuk penertiban maupun penyampaian imbauan.
Fokus patroli diarahkan pada titik keramaian dan area hiburan malam yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban. Aparat ingin memastikan kegiatan usaha berjalan sesuai aturan serta tidak memicu keresahan warga selama Ramadan.
Sekitar pukul 22.15 WIB, tim bergerak menyisir beberapa ruas jalan dalam kota dan sejumlah lokasi hiburan. Sejumlah tempat yang dipantau antara lain kawasan kafe di Jl. Monginsidi Silosari, Jl. Ahmad Yani, wilayah Gorang Gareng, jalur Maospati, kawasan Sukomoro, hingga area Taman Ria Maospati dan Desa Sempol Barat.
Petugas melakukan pemantauan situasi, pemeriksaan seperlunya, dan pendekatan persuasif. Dalam beberapa kesempatan, aparat mengingatkan pengelola usaha agar menjaga ketertiban, menghindari aktivitas yang mengganggu masyarakat, serta menyesuaikan operasional dengan nilai sosial-keagamaan setempat.
Dinas terkait turut mendukung dari sisi layanan dan kesiapsiagaan. Keterlibatan Dinas Kesehatan dan Kominfo memperkuat aspek respons cepat bila terjadi situasi darurat serta membantu penyebaran informasi yang tepat kepada masyarakat.
Patroli berakhir sekitar pukul 24.00 WIB. Secara umum, kondisi wilayah terpantau aman dan terkendali, tanpa kejadian menonjol yang mengganggu ketertiban.
Kegiatan ini dipandang sebagai langkah preventif agar Ramadan berlangsung nyaman. Aparat berharap warga ikut berperan menjaga situasi kondusif, sehingga ruang publik tetap tertib dan ibadah dapat dijalankan dengan khusyuk.






