Hilal Tak Terlihat di Batang, Awal Puasa Diprediksi 19 Februari 2026

Avatar photo

- Penulis Berita

Rabu, 18 Februari 2026 - 09:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu petugas melihat hilal

Salah satu petugas melihat hilal

Pemantauan hilal yang dilakukan Lembaga Falakiyah PCNU Batang di kawasan Jembatan Sigandu, Kabupaten Batang, pada Selasa malam (17/2/2026) tidak membuahkan hasil. Berdasarkan perhitungan hisab, posisi hilal berada di bawah ufuk sehingga mustahil untuk dirukyat.

Ketua Lembaga Falakiyah PCNU Batang, Abdul Kafi, menjelaskan bahwa secara astronomis hilal telah terbenam lebih dahulu dibanding matahari saat waktu pengamatan. Karena berada pada posisi minus, hilal tidak mungkin terlihat melalui rukyat.

Ia juga menyebut momen ijtima (konjungsi) belum terjadi ketika matahari terbenam. Berdasarkan perhitungan, ijtima baru berlangsung pada pukul 19.02 WIB, setelah maghrib. Dengan demikian, upaya rukyat di wilayah Indonesia dipastikan tidak akan berhasil pada hari tersebut.

Dengan kondisi itu, bulan Sya’ban disempurnakan menjadi 30 hari sehingga awal Ramadan diperkirakan jatuh pada Kamis (19/2/2026). Meski begitu, hasil rukyat tetap dilaporkan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sebagai bagian dari prosedur kelembagaan.

Abdul Kafi menegaskan penetapan resmi tetap menunggu sidang isbat pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia. Lokasi pengamatan di Jembatan Sigandu dipilih karena pertimbangan teknis, meski biasanya pemantauan dilakukan di rooftop Gedung Rifaiyah atau kawasan Pantai Ujungnegoro.

Baca Juga :  Babinsa Sertu Suyono Hadiri Konferancab GP Ansor Bendo Magetan, Dorong Konsolidasi Kader Dan Kebangsaan

Pada Rabu (18/2/2026), LF PCNU Batang disebut kembali menggelar pemantauan di Gedung Rifaiyah. Kegiatan tersebut bersifat verifikasi dan pembelajaran, bukan sebagai dasar penetapan awal bulan maupun untuk dilaporkan.

Ia berharap kegiatan rukyat dan hisab ini menjadi sarana edukasi falakiyah bagi anggota dan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi metode hisab dan rukyat dalam penentuan awal bulan Hijriah.

Berita Terkait

Alumni LPDP Turun Mengajar di SD Sumedang untuk Percepat Transformasi Pendidikan Digital
Sumedang Arahkan Pembangunan 2027 ke Pertumbuhan Produktivitas Ekonomi yang Lebih Berkualitas
Babinsa Magetan Kawal Penyaluran Bantuan Pangan agar Tepat Sasaran dan Tetap Aman
Forkopimca Plaosan Gelar Apel dan Halal Bihalal untuk Perkuat Silaturahmi Pasca-Lebaran
Posyandu Balita di Magetan Didorong Jadi Benteng Awal Cegah Stunting dan Penyakit Anak
Saka Wira Kartika Barat Gelar Halal Bihalal untuk Perkuat Karakter dan Kebersamaan
Cimahi Terapkan WFH Jumat untuk ASN dengan Layanan Publik Tetap Berjalan
Cimahi Perkuat Bank Sampah dan TPS 3R untuk Kurangi Beban Sarimukti

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Alumni LPDP Turun Mengajar di SD Sumedang untuk Percepat Transformasi Pendidikan Digital

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Sumedang Arahkan Pembangunan 2027 ke Pertumbuhan Produktivitas Ekonomi yang Lebih Berkualitas

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Babinsa Magetan Kawal Penyaluran Bantuan Pangan agar Tepat Sasaran dan Tetap Aman

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Forkopimca Plaosan Gelar Apel dan Halal Bihalal untuk Perkuat Silaturahmi Pasca-Lebaran

Rabu, 8 April 2026 - 12:49 WIB

Posyandu Balita di Magetan Didorong Jadi Benteng Awal Cegah Stunting dan Penyakit Anak

Berita Terbaru