Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Sukabumi terus melanjutkan upaya perbaikan sejumlah ruas jalan, meski pengerjaan masih dilakukan secara bertahap. Di tengah keterbatasan anggaran, DPUTR menyebut Jalan Merbabu menjadi salah satu titik yang kini sedang diupayakan agar bisa mendapatkan penanganan lebih menyeluruh melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kota Sukabumi, Barlian Hadi, menjelaskan bahwa beberapa ruas seperti Jalan Cipelang Leutik dan Nangela sudah lebih dulu mendapat perbaikan. Pengerjaan yang dilakukan saat ini umumnya menggunakan metode patching atau penambalan pada bagian jalan yang rusak. Strategi tersebut diambil sebagai langkah cepat sambil menunggu anggaran yang lebih memadai untuk penanganan lanjutan.
Menurut Barlian, jumlah titik jalan yang saat ini bisa diperbaiki memang masih terbatas. Alasannya berkaitan dengan kondisi awal tahun anggaran yang belum seluruhnya bisa digunakan. Karena itu, proses perbaikan harus menyesuaikan kemampuan pembiayaan yang tersedia. Ia menegaskan bahwa ketika dukungan anggaran sudah lebih siap, ruas-ruas lain juga akan masuk dalam agenda penanganan berikutnya.
Kondisi cuaca menjadi tantangan tambahan dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Curah hujan yang tinggi memengaruhi ketahanan hasil penambalan dan membuat sejumlah titik jalan lebih cepat kembali rusak. Situasi ini membuat pekerjaan perbaikan tidak selalu berjalan ideal, terlebih pada ruas yang memiliki persoalan drainase dan limpasan air yang cukup berat.
Untuk Jalan Merbabu, DPUTR mengaku sudah melakukan penanganan ringan di beberapa titik. Namun, langkah itu belum dianggap cukup untuk menyelesaikan masalah secara keseluruhan. Karena itu, pihaknya kini berusaha menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar jalan di wilayah Kecamatan Gunung Puyuh tersebut dapat diperbaiki total. DPUTR juga mencoba membuka peluang melalui skema pergeseran anggaran jika memungkinkan.
Barlian menyampaikan harapan agar bantuan keuangan dari pemerintah provinsi bisa dikucurkan untuk mendukung pekerjaan tersebut. Menurutnya, kebutuhan biaya perbaikan Jalan Merbabu cukup besar sehingga akan lebih maksimal bila ditopang anggaran bantuan dari tingkat provinsi. Dengan dukungan dana yang lebih kuat, penanganan tidak hanya bersifat tambal sulam, tetapi bisa dilakukan secara lebih menyeluruh dan tahan lama.
Selain Jalan Merbabu, DPUTR juga menyiapkan rencana perbaikan untuk Jalan Ciaul Pasir. Fokus awal berada di sekitar sekolah dasar dan area belokan menuju Dinas Tenaga Kerja. Beberapa spot sebenarnya sudah sempat ditambal, tetapi kerusakan kembali muncul akibat tingginya curah hujan serta kondisi drainase yang tersumbat. Ini menunjukkan bahwa persoalan jalan tidak bisa dilepaskan dari pengelolaan saluran air di sekitarnya.
Karena itu, DPUTR turut mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama agar sampah tidak dibuang ke saluran drainase. Saat aliran air tersumbat, limpasan akan naik ke badan jalan dan mempercepat kerusakan permukaan. Jadi, urusan jalan berlubang kadang memang tidak cuma soal aspal dan anggaran, tetapi juga soal kebiasaan warga. Jalan yang baik butuh perbaikan teknis, tapi juga disiplin bersama.






