Sumedang Siapkan Sentra Kacang Tanah, Garudafood Janji Serap Panen Petani

Avatar photo

- Penulis Berita

Jumat, 13 Februari 2026 - 10:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumedang Siapkan Sentra Kacang Tanah, Garudafood Janji Serap Panen Petani

Sumedang Siapkan Sentra Kacang Tanah, Garudafood Janji Serap Panen Petani

Pemkab Sumedang terus mendorong pertanian yang terhubung dengan kebutuhan industri. Fokusnya bukan hanya produksi di lahan, tetapi memastikan petani memiliki pasar yang jelas dan pendampingan yang membuat usaha tani lebih tahan terhadap gejolak harga.

Dalam langkah terbaru, pemerintah daerah membahas rencana kerja sama pengembangan komoditas kacang tanah bersama PT Garuda Food Putra Putri Jaya Tbk. Pembahasan dilakukan lewat rapat di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang pada Kamis, 12 Februari 2026.

Rapat tersebut dipimpin Sekda Sumedang Tuti Ruswati, dihadiri perangkat daerah terkait, serta jajaran manajemen Garudafood. Dari sisi pemerintah daerah, rencana investasi ini disambut sebagai peluang menggerakkan ekonomi lokal sekaligus membuka lapangan kerja.

Tuti menekankan bahwa kemitraan yang disiapkan tidak berhenti pada target panen. Pemkab ingin membangun ekosistem pertanian yang berkelanjutan: ada penguatan hilirisasi, ada kemitraan perusahaan dengan petani lokal, dan ada upaya menaikkan kesejahteraan petani melalui pendampingan serta pasar yang lebih pasti.

Menurutnya, pola kerja sama seperti ini berpotensi menekan kemiskinan dan pengangguran. Logikanya sederhana: ketika hasil tani punya pembeli tetap, petani berani meningkatkan produktivitas, dan aktivitas ekonomi turunan—mulai dari distribusi hingga penanganan pascapanen—ikut bergerak.

Baca Juga :  Investor Kuwait Lirik Peluang Peternakan Ayam dan Perkebunan Kopi di Sumedang

Dalam skema yang dibicarakan, Pemkab Sumedang akan menjadi fasilitator. Peran ini mencakup menjembatani komunikasi Garudafood dengan kelompok tani, menyediakan dukungan kebijakan, menyiapkan pendampingan, serta memastikan kesiapan lahan sesuai potensi wilayah.

Dari pihak perusahaan, Direktur Farming Garudafood Rudy Brigianto memaparkan alasan Sumedang dinilai strategis. Kacang tanah adalah bahan baku penting untuk produk unggulan mereka seperti Kacang Garuda dan Kacang Rosta. Ia menyebut peluang pengembangan ini penting karena kebutuhan industri masih sangat bergantung pada impor.

Rudy mengungkapkan bahwa saat ini sekitar 95 persen kebutuhan bahan baku kacang tanah masih berasal dari impor. Padahal, menurut perusahaan, potensi produksi dalam negeri sebenarnya bisa ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan industri jika tata kelola budidaya dan rantai pasoknya diperkuat.

Perusahaan menawarkan pola kemitraan yang lebih terstruktur. Garudafood akan berperan sebagai offtaker atau penyerap hasil panen petani, disertai pendampingan teknis budidaya, penyediaan bibit unggul, monitoring produksi, hingga penetapan harga pengaman agar petani tidak terpukul fluktuasi pasar.

Komitmen penyerapan hasil panen juga disebut punya horizon waktu yang jelas: lima sampai enam tahun. Bagi petani, kepastian semacam ini biasanya menjadi kunci untuk berinvestasi pada perbaikan teknik tanam, pemeliharaan, dan peningkatan produktivitas.

Baca Juga :  Perbasi Cup 3x3 Sumedang Ditutup, Wabup Beri Pesan Penting

Hasil survei sementara menunjukkan beberapa wilayah di Sumedang memiliki potensi lahan yang cukup baik untuk kacang tanah. Namun, masih ada pekerjaan rumah: peningkatan kapasitas petani dan penguatan sarana prasarana pendukung supaya standar kualitas dan kuantitas panen bisa stabil.

Di akhir rapat, para pihak menyepakati langkah lanjutan: substansi Perjanjian Kerja Sama (PKS) akan disempurnakan, sementara Nota Kesepahaman (MoU) akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan manajemen Garudafood sebelum masuk tahap penandatanganan resmi. Jika semua berjalan lancar, Sumedang berpeluang menjadi salah satu simpul penting pasokan kacang tanah domestik untuk industri makanan.

Berita Terkait

Alumni LPDP Turun Mengajar di SD Sumedang untuk Percepat Transformasi Pendidikan Digital
Sumedang Arahkan Pembangunan 2027 ke Pertumbuhan Produktivitas Ekonomi yang Lebih Berkualitas
Babinsa Magetan Kawal Penyaluran Bantuan Pangan agar Tepat Sasaran dan Tetap Aman
Forkopimca Plaosan Gelar Apel dan Halal Bihalal untuk Perkuat Silaturahmi Pasca-Lebaran
Posyandu Balita di Magetan Didorong Jadi Benteng Awal Cegah Stunting dan Penyakit Anak
Saka Wira Kartika Barat Gelar Halal Bihalal untuk Perkuat Karakter dan Kebersamaan
Cimahi Terapkan WFH Jumat untuk ASN dengan Layanan Publik Tetap Berjalan
Cimahi Perkuat Bank Sampah dan TPS 3R untuk Kurangi Beban Sarimukti

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Alumni LPDP Turun Mengajar di SD Sumedang untuk Percepat Transformasi Pendidikan Digital

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Sumedang Arahkan Pembangunan 2027 ke Pertumbuhan Produktivitas Ekonomi yang Lebih Berkualitas

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Babinsa Magetan Kawal Penyaluran Bantuan Pangan agar Tepat Sasaran dan Tetap Aman

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Forkopimca Plaosan Gelar Apel dan Halal Bihalal untuk Perkuat Silaturahmi Pasca-Lebaran

Rabu, 8 April 2026 - 12:49 WIB

Posyandu Balita di Magetan Didorong Jadi Benteng Awal Cegah Stunting dan Penyakit Anak

Berita Terbaru