China Pacu Produksi Robot Humanoid Meski Industri Dihantui Banyak Tantangan

Avatar photo

- Penulis Berita

Rabu, 10 Desember 2025 - 08:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah model robot humanoid Agibot. Foto: Agibot

Sebuah model robot humanoid Agibot. Foto: Agibot

China terus mempercepat produksi robot humanoid meskipun menghadapi berbagai hambatan teknis, biaya, serta risiko gelembung industri. Sejumlah perusahaan seperti Agibot, Galbot, Ubtech, Unitree dan Dobot kini menjadi pemain utama yang bersaing langsung dengan produsen Amerika seperti Tesla dan Boston Dynamics.

Beberapa di antaranya bahkan dinilai lebih cepat dalam proses komersialisasi.

Produksi Meningkat Pesat

Menurut laporan Nikkei Asia, perusahaan Agibot yang berbasis di Shanghai mengumumkan telah memproduksi 5.000 unit robot humanoid sejak berdiri pada 2023. Goldman Sachs dan BofA Global Research memperkirakan jumlah robot humanoid yang diproduksi di China tahun ini mencapai 18.000–20.000 unit, sehingga produsen yang mampu mengeluarkan ribuan unit saja sudah dapat memengaruhi pasar.

Agibot, yang dipimpin oleh insinyur muda Peng Zhihui, kini menjadi salah satu produsen terdepan. Model terbaru A2 mencetak rekor dunia dengan berjalan tanpa henti sejauh 106,286 km. Robot setinggi 175 cm dan berbobot 55 kg itu dilengkapi GPS ganda, Lidar, dan sensor kedalaman infrared. Robot tersebut mampu bernavigasi dalam kondisi kompleks, mematuhi rambu lalu lintas, hingga menjaga stabilitas pengenalan siang dan malam.

Baca Juga :  Gemini AI Pro Gratis Selama Satu Tahun untuk Siswa, Cara Mengaktifkan Gemini 3 Tanpa Menunggu

Fokus Pengembangan: Dari Kecerdasan Umum hingga Spesialis Industri

Chief Marketing Officer Agibot, Qiu Heng, mengatakan visi perusahaan bukan hanya menciptakan robot untuk tugas tertentu, tetapi mengembangkan humanoid yang memiliki kecerdasan umum. Sistem pelatihan VALLA memungkinkan robot belajar melalui visual, gerakan, hingga kemampuan persepsi lain.

Ia berharap dalam beberapa tahun ke depan robot humanoid dapat melakukan berbagai pekerjaan sehari-hari seperti memasak, bekerja di pabrik, menyetir, hingga terus mempelajari skill baru secara mandiri. Agibot memperkirakan robot humanoid pertama dapat memasuki rumah tangga dalam 3–5 tahun.

Sementara itu, Galbot yang didukung Meituan dan CATL memilih pendekatan berbeda. Perusahaan ini mengutamakan robot beroda untuk sektor ritel dan industri. Produk mereka sudah diuji coba di beberapa toko di Beijing dan akan diperluas ke kota besar lainnya.

Perkembangan Cepat di Industri Robotik China

Sejumlah capaian besar tercatat tahun ini.
• Walker S2 dari UBTech telah sepenuhnya dikomersialkan untuk industri dan mampu mengganti baterai secara manual dalam 3 menit.
• Astribot S1 dijuluki sebagai robot humanoid dengan kecepatan dan ketangkasan paling mendekati manusia, mencapai 10 m/s dan akurasi gerakan 0,03 mm.
• Unitree G1 menjadi robot humanoid komersial termurah di dunia dengan harga hanya USD 16.000.

Baca Juga :  Pembaruan Kamera Pixel 8 Hadirkan Mode Panorama Lebih Pintar, Bisa Dipakai di Malam Hari

Meski begitu, perusahaan seperti Dobot menilai robot humanoid masih jauh dari kemampuan manusia dalam hal fleksibilitas serta efisiensi biaya. Biaya produksi dan penyebaran masih jauh lebih tinggi dibanding penggunaan tenaga kerja manusia.

Analis menilai potensi pasar robot humanoid sangat besar. Morgan Stanley memperkirakan penggunaan robot humanoid global dapat mencapai satu miliar unit pada 2050. Namun industri ini juga menghadapi tantangan mendasar seperti Moravec Paradox, yang menyatakan bahwa mesin dapat unggul dalam tugas kompleks seperti bermain catur, tetapi kesulitan melakukan tugas sederhana yang dikuasai anak kecil.

Komponen penting seperti tangan robot yang sangat luwes masih jarang diproduksi dan belum mendekati kemampuan tangan manusia. Selain itu, masalah pembuangan panas pada otak robot, baterai, dan sendi menjadi salah satu kendala kritis yang harus diatasi agar robot dapat beroperasi dalam durasi panjang.

Di sisi lain, beberapa perusahaan China tetap mengandalkan platform Nvidia dalam pengembangan aplikasi robot humanoid, menunjukkan ketergantungan pada teknologi Amerika masih cukup kuat.

Baca Juga :  Ditekan Pengguna, Google Maps Kembalikan Fitur Peta Lereng Ski yang Sempat Dihapus

Peringatan Pemerintah China

Dengan pertumbuhan pesat ini, Pemerintah China mulai mewaspadai risiko “gelembung” dalam industri robot humanoid. Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) menyatakan lebih dari 150 perusahaan domestik memproduksi robot humanoid, namun banyak produk yang dinilai terlalu mirip dan kurang inovatif.

“Kecepatan dan gelembung harus dijaga keseimbangannya dalam pengembangan teknologi perintis,” kata juru bicara NDRC, Li Chao.

Meski menghadapi tantangan, China diperkirakan tetap menjadi salah satu motor utama dalam pengembangan robot humanoid global.

Sumber Berita: Nikkei Asia, Xinhua, China Daily

Berita Terkait

Amazon Leo Gandeng Delta untuk Wi-Fi Pesawat dan Tantang Dominasi Starlink
Starlink Percepat Layanan Satelit Asia-Pasifik lewat D2D dan Kemitraan Operator Besar
Krisis RAM Disebut Jadi Kesempatan Apple Perluas Pengaruh di Pasar PC
Apple Rayakan 50 Tahun, Dari Garasi California ke Raksasa Teknologi Dunia
Alexa+ Resmi Hadir di Inggris, Amazon Bawa Fitur Lokal dan Harga Baru
OpenAI Pertimbangkan Sora Masuk ke ChatGPT untuk Bikin Video Langsung
Netflix Akuisisi InterPositive, Startup AI Ben Affleck untuk Pasca Produksi
Harga RAM Samsung untuk Apple Naik Tajam, iPhone dan Mac Terancam Lebih Mahal

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 09:41 WIB

Amazon Leo Gandeng Delta untuk Wi-Fi Pesawat dan Tantang Dominasi Starlink

Jumat, 3 April 2026 - 11:05 WIB

Starlink Percepat Layanan Satelit Asia-Pasifik lewat D2D dan Kemitraan Operator Besar

Rabu, 1 April 2026 - 09:24 WIB

Krisis RAM Disebut Jadi Kesempatan Apple Perluas Pengaruh di Pasar PC

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:07 WIB

Apple Rayakan 50 Tahun, Dari Garasi California ke Raksasa Teknologi Dunia

Jumat, 20 Maret 2026 - 10:58 WIB

Alexa+ Resmi Hadir di Inggris, Amazon Bawa Fitur Lokal dan Harga Baru

Berita Terbaru