Suasana Polsek Abiansemal pada Selasa pagi, 31 Maret 2026, terlihat berbeda dari biasanya. Halaman kantor polisi dipenuhi wajah-wajah ceria anak-anak TK Werdhi Kumara Desa Punggul yang datang dalam rangka kegiatan outing class. Kunjungan edukatif ini dirancang untuk mengenalkan tugas kepolisian kepada anak sejak usia dini sekaligus membangun kedekatan emosional agar sosok polisi tidak dipandang menakutkan.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.00 Wita dengan kehadiran unsur kepolisian, pihak sekolah, orang tua murid, dan 35 siswa TK Werdhi Kumara. Dari jajaran Polsek Abiansemal hadir Kanit Lantas AKP I Ketut Suwardana, Kanit Samapta IPTU I Made Sudiana, Panit 2 Unit Binmas IPDA Ni Made Adi Ekawati, serta Bhabinkamtibmas Desa Punggul AIPTU I Wayan Suartama. Kehadiran banyak personel membuat anak-anak bisa melihat langsung bahwa polisi bukan hanya nama di seragam, tetapi orang-orang nyata yang bisa diajak berinteraksi secara hangat.
Sebelum materi utama dimulai, anak-anak terlebih dahulu melaksanakan persembahyangan Trisandhya. Setelah itu, suasana cair dibangun melalui senam bersama yang berlangsung meriah. Tahapan awal ini terasa penting karena membuat kegiatan tidak langsung kaku atau terlalu formal. Anak-anak diberi ruang untuk nyaman lebih dulu, lalu perlahan diperkenalkan dengan lingkungan kepolisian secara menyenangkan.
Dalam sambutan yang mewakili Kapolsek Abiansemal, AKP I Ketut Suwardana menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh rombongan. Ia juga memberi motivasi kepada anak-anak agar rajin belajar, aktif berolahraga, dan tidak lupa berdoa jika suatu saat bercita-cita menjadi anggota Polri. Pesan ini sederhana, tetapi cocok dengan usia mereka karena menekankan kebiasaan baik sejak dini tanpa terasa menggurui.
Yang paling ditekankan dalam kunjungan ini adalah pesan bahwa polisi merupakan sahabat anak. Menurut AKP I Ketut Suwardana, anak-anak tidak perlu merasa takut ketika bertemu polisi karena tugas polisi adalah melindungi masyarakat. Pesan seperti ini penting, sebab banyak anak mengenal polisi hanya dari citra penegakan hukum yang tegas. Lewat kunjungan langsung, polisi ingin menunjukkan sisi yang lebih ramah dan dekat.
Setelah sambutan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan berbagai materi edukatif yang dibuat ringan dan menarik. Anak-anak diajak mengikuti latihan baris-berbaris, mengenal kendaraan dinas Polri, hingga melihat ruang pelayanan kepolisian. Bagi anak usia TK, pengalaman seperti ini tentu sangat membekas karena mereka tidak hanya mendengar cerita, tetapi melihat dan menyentuh langsung dunia kepolisian dari dekat.
Antusiasme siswa terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Rasa ingin tahu mereka muncul hampir di setiap sesi, baik saat melihat kendaraan dinas maupun ketika berinteraksi dengan petugas. Momen ini menjadi penting karena pengalaman positif di usia dini bisa membentuk persepsi jangka panjang tentang institusi publik. Kalau sejak kecil anak merasa polisi itu ramah, peluang mereka tumbuh dengan rasa percaya terhadap aparat juga lebih besar.
Melalui kegiatan edukatif seperti ini, Polsek Abiansemal tidak hanya membuka pintu kantor bagi anak-anak, tetapi juga membuka ruang kedekatan antara Polri dan generasi muda. Kunjungan TK Werdhi Kumara menjadi contoh bahwa pendekatan humanis dalam kepolisian bisa dimulai dari langkah sederhana. Di usia ketika anak masih mudah takut pada hal-hal yang belum dikenalnya, memperkenalkan polisi lewat senyum, senam, dan kendaraan dinas jelas terasa jauh lebih efektif daripada sekadar slogan.






