Polres Purwakarta mengikuti kegiatan pengawasan pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang dilakukan tim Itwasda Polda Jawa Barat di Polres Cimahi pada Kamis, 26 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari evaluasi pengamanan Lebaran yang berlangsung sejak 13 hingga 25 Maret 2026, sekaligus sarana untuk memastikan seluruh rangkaian operasi berjalan sesuai prosedur dan memberi rasa aman bagi masyarakat.
Pengawasan tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh kondisi lapangan. Dalam pelaksanaannya, dilakukan peninjauan pos pengamanan, koordinasi personel, serta evaluasi atas tugas-tugas operasional seperti pengaturan lalu lintas, patroli, pengamanan objek vital, dan pemantauan jalur mudik. Dengan pendekatan seperti ini, evaluasi tidak berhenti pada laporan tertulis, tetapi benar-benar menilai bagaimana pengamanan dilaksanakan secara nyata.
Kasi Humas Polres Purwakarta AKP Enjang Sukandi, mewakili Kapolres AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, menegaskan bahwa pengawasan langsung dari Itwasda penting untuk meningkatkan profesionalisme dan akuntabilitas personel. Menurutnya, lewat kegiatan itu jajaran Polres Purwakarta bisa mengevaluasi kinerja anggota di lapangan sekaligus memastikan seluruh prosedur telah dijalankan secara optimal.
Ia juga menyebut pengawasan ini menjadi sarana pembelajaran bagi seluruh jajaran. Dalam operasi besar seperti pengamanan Lebaran, selalu ada hal-hal yang perlu diperbaiki, baik dalam koordinasi, respons lapangan, maupun ketepatan penempatan personel. Karena itu, evaluasi semacam ini dibutuhkan agar pengalaman tahun ini bisa menjadi bekal untuk penanganan yang lebih baik di masa mendatang. Di dunia kepolisian, kadang yang paling mahal bukan alatnya, tapi pelajaran dari satu operasi yang benar-benar dibaca serius.
Polres Purwakarta menilai Operasi Ketupat Lodaya 2026 telah membantu menjaga stabilitas kamtibmas dan kelancaran arus mudik di wilayah Purwakarta. Penilaian ini penting karena daerah tersebut merupakan salah satu titik lintasan strategis saat musim mudik dan balik. Ketika mobilitas masyarakat meningkat tajam, kemampuan aparat menjaga situasi tetap aman menjadi faktor yang sangat menentukan kenyamanan perjalanan.
Selain menyoroti hasil operasi, pihak kepolisian juga kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga keselamatan selama perjalanan. Pengguna jalan diminta mematuhi rambu lalu lintas, waspada terhadap potensi gangguan keamanan, serta tidak mengabaikan instruksi petugas di lapangan. Imbauan ini terus ditekankan karena keberhasilan operasi tidak hanya ditentukan oleh aparat, tetapi juga oleh kedisiplinan masyarakat saat berada di jalan.
AKP Enjang menambahkan bahwa sinergi antara Polri dan masyarakat masih menjadi kunci keberhasilan pengamanan. Ketika petugas bekerja menjaga arus dan keamanan, masyarakat juga perlu berperan dengan tertib, sabar, dan tidak mengambil keputusan berkendara yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Jalur mudik yang aman memang tidak tercipta hanya dari banyaknya pos pengamanan, tetapi dari kerja sama yang benar-benar hidup di lapangan.
Melalui pengawasan Itwasda Polda Jabar ini, Polres Purwakarta ingin memastikan bahwa setiap tahapan pengamanan Lebaran tidak hanya selesai dijalankan, tetapi juga benar-benar dievaluasi. Dengan begitu, profesionalisme personel, kualitas pelayanan, dan efektivitas operasi bisa terus ditingkatkan. Pengamanan yang baik bukan sekadar hadir saat dibutuhkan, melainkan juga berani menilai diri sendiri sesudahnya agar tahun berikutnya tidak mengulang celah yang sama. :contentReference[oaicite:2]{index=2}






