Industri animasi Indonesia kembali mencatat capaian membanggakan. Sejumlah animator muda asal Cimahi yang tergabung dalam Ayena Studio berhasil terlibat dalam proyek film dan serial berskala internasional.
Studio konten digital ini menjadi wadah kreatif bagi generasi muda, khususnya generasi Z, untuk mengembangkan kemampuan animasi dua dan tiga dimensi. Dari kota kecil di Jawa Barat, karya mereka kini tampil di berbagai platform global.
CEO Ayena Studio, Robby Pratama, menyebutkan sekitar 18 hingga 20 tenaga kreatif terlibat aktif dalam produksi. Mereka bekerja mulai dari tahap perancangan karakter, animasi, hingga proses pascaproduksi.
Sejak berdiri secara resmi pada 2015, Ayena Studio telah menghasilkan sejumlah karya seperti Super Neli The Series, Rondaman, dan The Jurigs. Selain itu, tim juga dipercaya mengerjakan bagian produksi untuk film seperti Jumbo dan Garuda di Dadaku.
Kiprah internasional studio ini semakin terlihat lewat keterlibatan dalam proyek seperti Cocomelon 2023, Nickelodeon Jr Santiago of the Seas, Kangaroo Beach, hingga Lil Wild dan The Gladiator. Kolaborasi lintas negara bahkan tengah dijajaki bersama mitra dari Rumania.
Salah satu animator, Rohmat Hidayatulloh, berharap animasi Indonesia dapat semakin bersaing di tingkat global. Ia optimistis kualitas SDM daerah mampu menembus pasar internasional dengan dukungan yang tepat.
Kehadiran Ayena Studio juga membuka lapangan kerja kreatif di Cimahi. Talenta muda yang tumbuh bersama teknologi digital mendapat ruang aktualisasi sekaligus pembinaan profesional.
Berbagai penghargaan dari pemerintah daerah hingga tingkat ASEAN turut menjadi bukti konsistensi studio ini. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa industri kreatif daerah mampu memberi kontribusi nyata bagi perfilman dunia.






