Langenan Ban Kecepak Meriahkan Syawalan Sambil Edukasi Jaga Sungai

Avatar photo

- Penulis Berita

Selasa, 24 Maret 2026 - 11:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langenan Ban Kecepak Meriahkan Syawalan Sambil Edukasi Jaga Sungai

Langenan Ban Kecepak Meriahkan Syawalan Sambil Edukasi Jaga Sungai

Tradisi tahunan Langenan Ban di Sungai Kecepak, Kabupaten Batang, kembali digelar untuk memeriahkan gebyar Syawalan 2026. Kegiatan ini menyedot ratusan peserta dan menjadi salah satu agenda yang paling ditunggu warga karena memadukan unsur hiburan, kebersamaan, dan edukasi lingkungan dalam satu rangkaian acara.

Tahun ini, panitia menyiapkan hadiah yang cukup menarik. Sekitar 300 peserta berkesempatan memperebutkan dua ekor kambing sebagai hadiah utama, disertai berbagai hadiah hiburan lain seperti uang tunai dan barang elektronik. Wajar kalau antusiasmenya tinggi, karena lombanya seru, hadiahnya nyata, dan motivasinya juga unik: siapa tahu pulang-pulang bisa bawa kambing buat disate.

Panitia Langenan Ban, Muhammad Nasrul Fajar, mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya diadakan untuk meramaikan Syawalan. Menurutnya, acara ini juga menjadi media edukasi bagi anak-anak dan masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi Sungai Kecepak yang selama ini berfungsi sebagai aliran irigasi penting bagi warga sekitar.

Ia menjelaskan, peserta yang ikut berasal dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Tidak sedikit pula warga perantauan yang sedang mudik turut ambil bagian. Kehadiran para pemudik dalam acara ini memperlihatkan bahwa Langenan Ban sudah berkembang menjadi agenda kebersamaan kampung yang punya daya tarik sosial cukup kuat.

Baca Juga :  BSI dan MVPN Gelar Forum Inovasi Pemuda untuk Dorong Teknologi Global

Pesan lingkungan menjadi salah satu fokus utama yang terus ditekankan panitia. Melalui kegiatan yang menyenangkan, anak-anak diajak memahami pentingnya menjaga sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan. Pendekatan seperti ini dianggap lebih efektif karena edukasi tidak diberikan lewat ceramah panjang, melainkan melalui pengalaman yang dekat dengan keseharian mereka.

Dampak kegiatan ini juga terasa dari sisi ekonomi lokal. Selama acara berlangsung, banyak pedagang dadakan bermunculan dan meraup keuntungan dari penjualan makanan ringan, minuman, hingga mainan tradisional. Artinya, Langenan Ban bukan hanya menghidupkan suasana sungai, tetapi juga ikut menggoyang roda ekonomi kampung dengan cara yang sederhana namun nyata.

Salah satu warga asal Kecepak yang kini mencari nafkah di Tangerang, Nisa, mengaku senang karena kampung halamannya semakin dikenal lewat acara tahunan tersebut. Ia bahkan menyebut banyak kerabat dari luar kota ikut datang dan berpartisipasi. Menurutnya, agenda seperti ini membuat suasana mudik terasa lebih hidup dan punya alasan untuk dinantikan setiap tahun.

Semangat yang sama juga datang dari peserta lain. Kaka, misalnya, kembali ikut setelah pada tahun sebelumnya meraih juara ketiga dan membawa pulang hadiah uang tunai. Tahun ini ia kembali turun dengan target yang jauh lebih spesifik: juara satu dan membawa pulang kambing. Ambisinya sederhana, tetapi jujur sekali—jarang ada target kompetisi yang ujungnya sudah dibayangkan jadi sate.

Baca Juga :  Donasi Cimahi Mantap Peduli Bencana Capai Rp458 Juta untuk Sumatra

Dengan perpaduan hiburan rakyat, pesan menjaga lingkungan, serta dampak ekonomi bagi warga sekitar, Langenan Ban Kecepak menunjukkan bahwa perayaan tradisional bisa tetap relevan dan bermakna. Ini bukan sekadar lomba main air, tetapi cara kreatif sebuah komunitas menjaga kebersamaan sekaligus mengajarkan nilai penting pada generasi muda.

Berita Terkait

Alumni LPDP Turun Mengajar di SD Sumedang untuk Percepat Transformasi Pendidikan Digital
Sumedang Arahkan Pembangunan 2027 ke Pertumbuhan Produktivitas Ekonomi yang Lebih Berkualitas
Babinsa Magetan Kawal Penyaluran Bantuan Pangan agar Tepat Sasaran dan Tetap Aman
Forkopimca Plaosan Gelar Apel dan Halal Bihalal untuk Perkuat Silaturahmi Pasca-Lebaran
Posyandu Balita di Magetan Didorong Jadi Benteng Awal Cegah Stunting dan Penyakit Anak
Saka Wira Kartika Barat Gelar Halal Bihalal untuk Perkuat Karakter dan Kebersamaan
Cimahi Terapkan WFH Jumat untuk ASN dengan Layanan Publik Tetap Berjalan
Cimahi Perkuat Bank Sampah dan TPS 3R untuk Kurangi Beban Sarimukti

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Alumni LPDP Turun Mengajar di SD Sumedang untuk Percepat Transformasi Pendidikan Digital

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Sumedang Arahkan Pembangunan 2027 ke Pertumbuhan Produktivitas Ekonomi yang Lebih Berkualitas

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Babinsa Magetan Kawal Penyaluran Bantuan Pangan agar Tepat Sasaran dan Tetap Aman

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Forkopimca Plaosan Gelar Apel dan Halal Bihalal untuk Perkuat Silaturahmi Pasca-Lebaran

Rabu, 8 April 2026 - 12:49 WIB

Posyandu Balita di Magetan Didorong Jadi Benteng Awal Cegah Stunting dan Penyakit Anak

Berita Terbaru