Pada saat banyak orang sudah terlelap, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama justru berada di Pelabuhan Bakauheni untuk menemui para pemudik sepeda motor. Tepat sekitar pukul 00.15 WIB pada Rabu, 18 Maret 2026, ia turun langsung ke titik kedatangan kendaraan roda dua dan menyapa warga yang sedang menempuh perjalanan jauh menuju kampung halaman.
Suasana dini hari di pelabuhan dipenuhi deru mesin, hembusan angin laut, dan kepulan asap kendaraan. Di tengah situasi itu, Egi berjalan di antara para pemudik dan berbincang satu per satu. Kehadirannya menciptakan momen yang terasa dekat, seolah pemerintah tidak hanya hadir lewat spanduk imbauan, tetapi benar-benar berdiri di samping warganya saat perjalanan sedang berlangsung.
Egi mengaku tersentuh melihat semangat masyarakat yang tetap memilih mudik dengan sepeda motor meski medan dan jarak tempuh tidak ringan. Baginya, semangat itu menunjukkan besarnya keinginan masyarakat untuk pulang dan berkumpul dengan keluarga, meskipun harus menempuh perjalanan yang melelahkan dan penuh risiko.
Dalam perbincangan singkat dengan para pemudik, ia menyampaikan doa agar seluruh perjalanan berlangsung aman dan selamat sampai tujuan. Bukan hanya basa-basi pejabat di tengah kerumunan, pesan itu terasa lebih nyata karena disampaikan di lokasi saat orang-orang benar-benar sedang berjuang di jalan menuju rumah.
Salah satu momen yang menarik perhatian terjadi ketika Egi menyapa pemudik yang berboncengan empat menuju Pringsewu. Dengan gaya santai, ia menanyakan apakah mereka lelah. Pemudik tersebut menjawab tetap semangat. Dialog sederhana itu memperlihatkan mental kuat para pelintas, tetapi sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat tanpa istirahat kadang bisa terlalu nekat.
Karena itu, Egi mengingatkan para pemudik agar tidak memaksakan diri bila tubuh mulai letih. Ia menegaskan bahwa keselamatan harus diutamakan dibanding keinginan untuk cepat sampai. Pesan ini penting, terutama bagi pemudik sepeda motor yang lebih rentan menghadapi kelelahan, gangguan konsentrasi, dan risiko perjalanan malam.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah menyiapkan sejumlah fasilitas di titik-titik strategis. Posko kesehatan dan posko keamanan disiagakan, sementara perbaikan penerangan jalan umum juga terus dipercepat oleh Dinas Perhubungan agar jalur mudik, khususnya pada malam hari, lebih aman dilalui.
Kehadiran langsung seorang kepala daerah di tengah pemudik pada dini hari menjadi simbol pelayanan yang terasa konkret. Di tengah tradisi mudik yang selalu dipenuhi cerita perjuangan, keberadaan pemimpin di lapangan memberi pesan sederhana namun kuat: masyarakat yang sedang pulang kampung tidak berjalan sendiri, karena negara ikut berusaha mengawal keselamatan mereka sampai tiba di rumah.






