Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mengambil langkah proaktif dalam menjaga stabilitas ekonomi menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Sebagai bentuk komitmen pengendalian inflasi daerah, jajaran pimpinan daerah turun langsung ke lapangan untuk memantau harga dan ketersediaan stok pangan.
Pada Senin (16/3/2026), Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Natar, sementara Wakil Bupati M. Syaiful Anwar menyisir kondisi di Pasar Sidomulyo. Langkah ini bertujuan memastikan masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau selama bulan suci Ramadan hingga Lebaran nanti.
Upaya daerah ini berjalan selaras dengan arahan pemerintah pusat. Sebelumnya, di hari yang sama, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Lampung Selatan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri secara virtual.
Dalam rakor tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) RI melaporkan adanya kenaikan inflasi pada Maret sebesar 1,65 persen, yang didorong oleh kelompok komoditas makanan, minuman, dan tembakau. Beberapa bahan pangan yang menjadi sorotan utama pemberi andil inflasi antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, serta beras.
Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, menekankan pentingnya pemerintah daerah untuk melakukan perbandingan harga dengan daerah tetangga guna mendeteksi ketidakwajaran distribusi.
Menanggapi hal itu, Bupati Egi memastikan bahwa selain pemantauan harga, Pemkab Lampung Selatan juga fokus pada kelancaran rantai pasok agar tidak terjadi kelangkaan yang memicu gejolak harga. Dengan pengawasan ketat dan koordinasi lintas sektor ini, diharapkan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Lampung Selatan tetap stabil dan inflasi dapat ditekan meski mobilitas serta konsumsi masyarakat meningkat drastis menjelang hari raya.






