Semangat berbagi di bulan Ramadan kembali terlihat di wilayah Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Sejumlah elemen pemuda berkolaborasi membagikan 200 paket takjil kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas sebagai bentuk kepedulian sosial selama bulan suci 1447 Hijriah.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Muda Jakarta, Democare, Karang Taruna, Rumah Belajar Tiga Siku, dan beberapa elemen lainnya. Aksi sosial tersebut juga mendapat dukungan dari jajaran Kelurahan Meruya Utara, termasuk kehadiran Lurah Meruya Utara Agustiawan bersama perangkat kelurahan.
Pembagian takjil bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Bagi penyelenggara, kegiatan ini menjadi medium untuk menumbuhkan empati, memperluas jejaring kepedulian, dan mempererat hubungan antarpemuda dengan warga sekitar. Ramadan dipandang sebagai waktu yang tepat untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong di tingkat lingkungan.
Ketua Muda Jakarta, Adib Bukhori, menjelaskan bahwa kegiatan berbagi ini telah memasuki tahun kedua pelaksanaannya. Menurutnya, kesinambungan program menjadi penting agar semangat berbagi tidak berhenti sebagai momen sesaat, melainkan berkembang menjadi budaya sosial yang terus dirawat dari tahun ke tahun.
Adib menilai takjil yang dibagikan memang sederhana, tetapi maknanya jauh lebih besar. Di tengah mobilitas warga menjelang berbuka, kehadiran paket takjil bisa menjadi bentuk perhatian nyata yang langsung dirasakan. Lebih dari itu, aksi ini juga memperlihatkan bahwa organisasi kepemudaan masih punya energi untuk turun langsung melayani masyarakat.
Sementara itu, Lurah Meruya Utara Agustiawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai kegiatan tersebut sangat positif karena mampu memadukan kebersamaan, semangat kerelawanan, dan kepedulian sosial dalam satu momentum. Kalau biasanya anak muda sering dituduh sibuk nongkrong dan debat receh, kali ini mereka membuktikan bisa juga sibuk membagikan kebaikan sebelum azan magrib.
Menurut Agustiawan, kegiatan semacam ini layak terus dilanjutkan dan diperluas. Ia berharap semakin banyak kelompok masyarakat maupun komunitas lokal yang terinspirasi untuk melakukan hal serupa. Dengan begitu, kepedulian terhadap sesama tidak hanya hadir dalam bentuk wacana, tetapi benar-benar tampak lewat tindakan sederhana yang bermanfaat.
Melalui pembagian 200 paket takjil ini, para relawan berharap budaya berbagi dan gotong royong tetap hidup di tengah masyarakat perkotaan. Aksi tersebut bukan hanya membantu warga yang sedang dalam perjalanan, melainkan juga menjadi pengingat bahwa Ramadan adalah momen terbaik untuk memperkuat ikatan sosial, memperluas manfaat, dan menebarkan keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.






