Pemerintah Kota Jakarta Barat menyiapkan langkah baru untuk mengurangi genangan yang kerap muncul di kawasan kolong tol JORR W1, tepatnya di perempatan lampu merah Puri Kembangan. Fokus utama penanganan kali ini adalah pembangunan saluran air baru yang diharapkan bisa mempercepat aliran air menuju Kali Angke.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi penanganan banjir yang digelar di ruang Sekretaris Kota Jakarta Barat pada Kamis, 12 Maret 2026. Pertemuan itu dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setko Jakarta Barat, Imron Syahrin, dan dihadiri Camat Kembangan Joko Suparno, Kepala Sudis SDA Purwanti Suryandari, serta sejumlah perwakilan pengembang swasta.
Dalam rapat itu, Imron menjelaskan bahwa titik genangan di sekitar kolong tol JORR W1 menjadi perhatian karena berdampak pada lalu lintas dan aktivitas warga. Penanganan yang paling mendasar, menurutnya, adalah pembangunan saluran air yang memadai disertai penataan area sekitar agar air tidak lagi tertahan saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Pemkot Jakarta Barat melalui Sudis Sumber Daya Air dan Bina Marga merencanakan pembangunan saluran dengan dimensi 1,6 meter x 1,6 meter sepanjang 1.050 meter. Jalur saluran itu akan dibangun mulai dari kolong tol JORR W1 hingga bantaran Kali Angke. Solusi ini disiapkan sebagai langkah jangka menengah sambil menunggu proses normalisasi Kali Angke berjalan tuntas.
Namun, ada kendala pada sisi pembiayaan. Berdasarkan perhitungan Sudis SDA, anggaran yang tersedia saat ini baru cukup untuk membangun sekitar 350 meter saluran, termasuk kolam olakan dan rumah pompa. Artinya, masih ada kekurangan sekitar 700 meter yang belum memiliki dukungan pembiayaan penuh.
Karena itu, Pemkot Jakarta Barat mengajak sejumlah perusahaan swasta untuk berkolaborasi. Beberapa nama yang disebut dalam rapat antara lain Pondok Indah Land, Agung Sedayu, dan PT Mutiara Permata Puri. Dukungan swasta dinilai penting agar pembangunan saluran tidak terhenti di tengah jalan dan hasilnya bisa benar-benar terasa bagi masyarakat.
Imron berharap keterlibatan para pengembang dapat membantu menyelesaikan persoalan yang selama ini berulang, yakni genangan dan kemacetan di sekitar Puri Kembangan. Ia menilai masalah tersebut tidak hanya terkait infrastruktur lokal, tetapi juga berkaitan dengan saluran induk yang lebih besar di kawasan Kali Angke.
Dari pihak pengembang, dukungan terhadap rencana ini pada dasarnya disambut baik. Perwakilan pengembang menyatakan siap melihat peluang kontribusi, namun mereka juga meminta pemerintah daerah mendorong percepatan normalisasi Kali Angke ke Kementerian PUPR. Menurut mereka, jika saluran induk sudah ditata, maka saluran pendukung di bawahnya akan bekerja lebih efektif. Pemprov DKI Jakarta pun disebut akan terus berkoordinasi dengan Kementerian PUPR karena sebagian penanganan sungai itu memang berada di bawah kewenangan pusat.






