Asisten Logistik (Aslog) Panglima TNI Mayjen TNI Rudi Puruwito membuka Rapat Koordinasi Logistik (Rakorlog) TNI Tahun Anggaran 2026 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (10/3/2026). Forum ini mengusung tema “Dukungan Logistik Optimal, TNI Prima” dan diikuti pejabat logistik tiga matra, baik luring maupun melalui video conference.
Dalam sambutan Kasum TNI yang dibacakan Aslog, ditegaskan bahwa dukungan logistik adalah faktor penentu keberhasilan tugas pokok TNI. Karena itu, sistem pembinaan logistik perlu ditingkatkan terus-menerus, bukan hanya saat ada kebutuhan mendesak.
Pesan yang disorot adalah perbaikan menyeluruh dari hulu ke hilir. Mulai dari perencanaan, penganggaran, pengadaan, penyimpanan, penyaluran, pemeliharaan, sampai penghapusan. Tujuannya agar dukungan logistik berjalan prima—tepat jumlah, tepat waktu, dan tepat sasaran.
Aslog juga mendorong sinergi antarsatuan logistik lintas matra. Ia mengingatkan agar ego sektoral ditinggalkan karena rantai logistik modern menuntut integrasi. Ketika data tidak nyambung, yang tersendat bukan hanya laporan, tetapi juga kesiapan operasional.
“Hilangkan ego sektoral, perkuat data logistik. Kita harus memastikan bahwa dukungan logistik TNI selalu tepat jumlah, tepat waktu dan tepat sasaran,” menjadi salah satu penekanan penting dalam arahan tersebut.
Rakorlog ini pada dasarnya menjadi ruang menyamakan peta masalah dan memperkuat koordinasi, mengingat kebutuhan tiap matra memiliki karakter berbeda namun harus bertemu pada satu titik: kesiapan alat, personel, dan dukungan yang akuntabel.
Di era tuntutan operasi yang cepat dan dinamis, logistik tidak boleh tertinggal oleh pola kerja lama. Penguatan data, integrasi sistem, dan disiplin prosedur dipandang sebagai fondasi agar pengelolaan perbekalan dan pemeliharaan berjalan lebih efisien.
Kegiatan ini kemudian ditutup oleh Wakil Asisten Logistik (Waaslog) Panglima TNI Brigjen TNI Suprayogi. Penutupan sekaligus menegaskan komitmen TNI untuk terus membangun dukungan logistik yang profesional, modern, dan terintegrasi.
Kesimpulannya, Rakorlog 2026 menempatkan logistik sebagai “mesin sunyi” yang menentukan hasil di lapangan. Karena kalau logistiknya rapi, operasi terasa ringan; kalau logistiknya berantakan, yang berat bukan cuma barangnya—tugasnya juga ikut berat.






