Sebuah tanggul yang berada di kawasan Perumahan Mustika, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, mengalami keruntuhan setelah diguyur hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang. Struktur penahan antara jalan dan sungai tersebut diketahui telah berusia lebih dari dua dekade.
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, langsung meninjau lokasi kejadian bersama tim terkait. Ia menjelaskan bahwa curah hujan ekstrem pada hari sebelumnya menjadi faktor utama keruntuhan tanggul. Dalam kondisi puncak musim hujan saat ini, ia menginstruksikan langkah cepat untuk mencegah potensi banjir yang lebih luas.
Pemerintah daerah memulai penanganan darurat dengan mengangkut sisa-sisa material yang runtuh dan memasang bronjong sebagai penguat sementara. Langkah ini dianggap penting karena permukaan air sungai dapat meningkat kembali apabila terjadi hujan lebat berikutnya.
Kepala Bidang SDA Dinas Bina Marga dan SDA Kabupaten Tangerang, Rijal, menyebutkan panjang tanggul yang ambruk mencapai sekitar 20 meter. Ia menegaskan bahwa pemasangan bronjong sementara harus dilakukan secepat mungkin untuk menghindari luapan sungai.
Rijal menambahkan bahwa perbaikan permanen akan dimasukkan dalam rencana anggaran tahun 2026, meliputi pembangunan kembali tanggul sepanjang area yang terdampak. Tim teknis juga sedang melakukan pemeriksaan terhadap struktur tanggul lain di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada titik rawan tambahan.
Bupati Tangerang turut mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan, terutama terkait larangan membuang sampah ke sungai. Ia menekankan pentingnya menjaga saluran air tetap lancar dan memastikan setiap keluhan masyarakat akan mendapat respons segera.






