Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin upacara penyerahan jenazah Wakil Presiden ke-6 RI, almarhum Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, kepada negara pada Senin (2/3/2026). Prosesi berlangsung khidmat di kawasan Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat.
Upacara penyerahan jenazah menjadi bagian awal dari rangkaian penghormatan negara kepada almarhum atas jasa dan pengabdiannya di bidang militer maupun kenegaraan. Suasana prosesi berlangsung penuh penghormatan, mencerminkan posisi almarhum sebagai tokoh nasional yang memiliki jejak panjang dalam sejarah Indonesia.
Setelah prosesi penyerahan, jenazah almarhum dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Upacara pemakaman dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagai bentuk penghormatan tertinggi negara kepada mantan wakil presiden dan purnawirawan jenderal TNI tersebut.
Dalam kesempatan itu, Presiden menyampaikan penghormatan dan doa bagi almarhum. Presiden menekankan agar jalan darma bakti yang telah ditempuh Try Sutrisno menjadi teladan bagi generasi penerus, sekaligus mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Try Sutrisno dikenal sebagai salah satu putra terbaik bangsa dengan perjalanan karier yang panjang dan strategis. Lahir di Surabaya pada 1935, ia menempuh pengabdian militer hingga dipercaya memegang sejumlah jabatan penting di lingkungan TNI.
Dalam perjalanan karier militernya, almarhum pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat pada periode 1986-1988. Setelah itu, ia melanjutkan pengabdian pada posisi Panglima ABRI pada 1988-1993, sebuah jabatan sentral pada masa tersebut yang menuntut kepemimpinan tinggi.
Karier kenegaraan Try Sutrisno berlanjut ketika ia dipercaya menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6 pada periode 1993-1998 mendampingi Presiden Soeharto. Posisi tersebut menempatkannya sebagai salah satu figur penting dalam pemerintahan nasional pada masa transisi yang bersejarah.
Keluarga besar TNI menyampaikan duka cita mendalam sekaligus penghormatan setinggi-tingginya atas jasa almarhum. Dalam pernyataan resminya, TNI menekankan bahwa semangat pengabdian, loyalitas, serta kepemimpinan Try Sutrisno patut dijadikan inspirasi bagi seluruh prajurit.
Penghormatan negara dan institusi militer terhadap almarhum menunjukkan besarnya kontribusi yang telah diberikan sepanjang hidupnya. Dari pengabdian di dunia militer hingga tanggung jawab di pemerintahan, Try Sutrisno meninggalkan warisan keteladanan yang masih relevan bagi bangsa dan negara.
Prosesi yang dipimpin Panglima TNI dan Presiden RI itu menegaskan bahwa jasa para pemimpin bangsa akan selalu dikenang. Kepergian Try Sutrisno bukan hanya menjadi duka keluarga, tetapi juga momen refleksi nasional atas arti darma bakti, kepemimpinan, dan pengabdian kepada Indonesia.






