Pemerintah daerah makin serius membenahi layanan digital, dan Kota Sukabumi mengambil langkah nyata lewat program “internet satu pintu”. Program ini bukan sekadar mengganti penyedia layanan, melainkan menyatukan tata kelola jaringan agar lebih terukur, aman, dan mudah diawasi.
Sebagai pembuka, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi menggelar Workshop Jaringan Internet pada 12 Februari 2026 di Kantor Diskominfo. Tema yang diangkat cukup jelas arahnya: optimalisasi manajemen jaringan IT sekaligus penguatan keamanan jaringan untuk mendukung layanan digital pemerintahan yang terintegrasi, transparan, dan aman.
Kepala Diskominfo Kota Sukabumi, Endah Aruni, menekankan bahwa workshop ini merupakan bagian dari penerapan layanan internet satu pintu. Intinya, pengelolaan jaringan IT akan dipusatkan supaya terintegrasi, efisien, dan terkendali, sehingga kualitas layanan digital di seluruh perangkat daerah bisa seragam dan meningkat.
Endah juga menyoroti faktor yang sering jadi titik lemah transformasi digital: kesiapan sumber daya manusia. Ketika sistem berubah—dari pola pengadaan dan pengelolaan yang tersebar menjadi terpusat—pemahaman teknis dan koordinasi antar perangkat daerah harus ikut naik. Karena itu, workshop diposisikan sebagai sarana peningkatan kapasitas dan penyamaan cara kerja.
Peserta workshop datang dari berbagai organisasi perangkat daerah. Materi yang mereka terima tidak berhenti pada teori umum, melainkan menyentuh kebutuhan praktis: arsitektur jaringan pemerintah terintegrasi, optimalisasi manajemen jaringan IT, hingga monitoring dan troubleshooting untuk menghadapi gangguan koneksi di lapangan.
Dengan bekal itu, Diskominfo berharap pelaksanaan internet satu pintu bisa berjalan konsisten. Targetnya bukan sekadar “internet nyala”, tetapi internet yang dikelola dengan standar yang sama, punya pola pemantauan yang jelas, dan lebih siap menghadapi isu keamanan.
Setelah sesi workshop, agenda berlanjut ke tahap simbolik sekaligus strategis: kick off layanan internet satu pintu. Acara kick off dilaksanakan di Rumah Dinas Wali Kota Sukabumi dan dihadiri antara lain oleh General Manager Witel Priangan Barat PT Telkom, Dode Suparman, serta para pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.
Layanan internet satu pintu ini diposisikan sebagai bagian dari transformasi digital dan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Selain integrasi jaringan dan aplikasi, tujuan lain yang tak kalah penting adalah efisiensi agar anggaran pemerintah digunakan lebih tepat sasaran.
Cakupan programnya cukup luas: ditujukan untuk 31 perangkat daerah, 33 kelurahan, dan 18 UPT. Dengan skema terpusat, pemerintah daerah ingin memastikan standar layanan merata—bukan lagi kualitas jaringan yang bergantung pada pengelolaan masing-masing unit.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyampaikan bahwa program ini menekan anggaran pembayaran jaringan internet hingga sekitar Rp1,6 miliar. Dana hasil efisiensi tersebut, menurutnya, akan dialihkan untuk pembangunan infrastruktur. Ia juga menyinggung rencana uji coba program “satu tiang bersama” yang akan dimulai di Jalan Bhayangkara.
Jika implementasi berjalan sesuai rencana, internet satu pintu dapat memberi manfaat ganda: layanan publik yang makin responsif sekaligus pengelolaan anggaran yang lebih efektif. Tantangannya ada pada disiplin pelaksanaan dan konsistensi standar, dan itulah alasan workshop serta kick off dibuat berurutan—membangun kesiapan teknis sebelum program berjalan penuh.






