Babinsa Koramil Tipe B 0804/13 Bendo, Sertu Suyono, menghadiri kegiatan Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Bendo. Agenda tersebut digelar di pendopo Kantor Desa Belotan, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, dan menjadi forum organisasi untuk konsolidasi kader sekaligus pembahasan arah program kerja ke depan.
Konferancab ini diposisikan sebagai ruang memperkuat peran organisasi kepemudaan keislaman yang moderat, berwawasan kebangsaan, dan memiliki komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain menyusun rencana kerja, forum juga membahas proses pemilihan kepemimpinan baru di tingkat kecamatan. Dalam konteks organisasi, kegiatan semacam ini dianggap penting karena menjadi titik temu antara evaluasi program sebelumnya, penegasan prioritas, dan penyegaran struktur kepengurusan agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sejumlah tokoh dan perwakilan turut hadir, mulai dari Ketua MWC NU Kecamatan Bendo, perwakilan PW GP Ansor Jawa Timur, perwakilan PC GP Ansor Kabupaten Magetan, Ketua PAC GP Ansor Bendo beserta jajaran, hingga unsur lintas sektor seperti anggota Polsek Bendo, Kasi Pemerintahan Kecamatan Bendo, serta Kepala Desa Belotan. Kehadiran jajaran Ansor, Banser, dan Muslimat NU Bendo juga menambah bobot kegiatan sebagai agenda yang melibatkan berbagai elemen keluarga besar Nahdlatul Ulama di tingkat lokal.
Dalam kesempatan itu, Sertu Suyono menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk dukungan TNI terhadap aktivitas pemuda yang dinilai positif bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa forum seperti Konferancab dapat menjadi wadah untuk memperkuat semangat kebangsaan serta mempererat silaturahmi antarelemen masyarakat. Pesan ini ditekankan karena tantangan sosial di lapangan kerap menuntut kolaborasi—bukan hanya antarorganisasi, tetapi juga antara pemuda, tokoh agama, aparat pemerintah, dan unsur keamanan.
Bagi Gerakan Pemuda Ansor, Konferancab umumnya dipandang sebagai momentum penting untuk merapikan kerja organisasi di tingkat kecamatan. Ketika program kerja disusun dengan jelas dan kepemimpinan ditetapkan melalui mekanisme organisasi, kader di tingkat bawah memiliki pedoman yang lebih kuat untuk bergerak, baik dalam kegiatan sosial, penguatan nilai moderasi beragama, maupun kerja-kerja yang mendukung stabilitas dan kerukunan di lingkungan setempat.
Dengan melibatkan berbagai pihak, Konferancab di Bendo juga menunjukkan bahwa isu kebangsaan dan persatuan tidak berdiri sendiri. Ia melekat pada aktivitas sehari-hari: membangun jejaring, memperkuat komunikasi, serta menegaskan komitmen bersama untuk menjaga harmoni sosial. Melalui dukungan lintas sektor, kegiatan ini diharapkan memberi dampak yang lebih luas, tidak hanya bagi organisasi, tetapi juga bagi masyarakat Kecamatan Bendo secara keseluruhan.






