Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kampung Padang Galundi, Nagari Taratak Tampatih, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, terus dikebut dengan semangat gotong royong. Di bawah koordinasi Kodim 0311/Pesisir Selatan, progres pengerjaan dilaporkan telah melewati angka 40 persen.
Kolaborasi ini melibatkan personel TNI, unsur pemerintah nagari, masyarakat setempat, serta dukungan tim kesehatan. Kehadiran banyak pihak tersebut memperlihatkan kemanunggalan yang tetap terjaga: pekerjaan berat di lapangan diselesaikan bersama demi tujuan yang sama, yakni akses yang lebih baik untuk warga.
Sejumlah tahapan awal telah dituntaskan, seperti pembersihan lokasi, pemasangan bowplank, hingga penggalian. Pada saat yang sama, pekerjaan elemen teknis lain berjalan bertahap mengikuti target dan kebutuhan konstruksi.
Komandan Kodim menyampaikan bahwa jembatan ini bukan semata proyek infrastruktur. Ia diharapkan menjadi penguat konektivitas desa yang berdampak langsung terhadap aktivitas harian, mulai dari akses anak sekolah hingga mobilitas petani dalam membawa hasil pertanian.
Jika akses semakin mudah, distribusi hasil panen bisa lebih lancar dan biaya logistik dapat ditekan. Itu sebabnya, pembangunan jembatan sering disebut sebagai “pembuka denyut ekonomi” di wilayah pedesaan, karena jalur yang sebelumnya sulit ditembus berubah menjadi lebih aman dan cepat.
Selain manfaat ekonomi, jembatan juga membawa dampak sosial: warga lebih mudah mengakses layanan dasar, kegiatan antar-kampung semakin aktif, dan konektivitas tidak lagi bergantung pada jalur alternatif yang berisiko.
Dengan dukungan gotong royong yang terus terjaga, pelaksana optimistis pekerjaan dapat selesai sesuai target. Bagi warga, setiap persen progres adalah kabar baik—tanda bahwa akses yang lebih terbuka semakin dekat untuk dinikmati bersama.






