Pemerintah Kota Depok resmi meluncurkan Tim Maung ASRI, singkatan dari Manusia Unggul, Aman, Sehat, Resik, dan Indah Depok. Tim ini dibentuk untuk memperkuat upaya menjaga kebersihan, keamanan, dan keindahan kota melalui pemantauan langsung di lapangan. Peluncuran tersebut dilakukan di Lapangan Apel Balai Kota Depok, bersamaan dengan apel pagi aparatur sipil negara, dan disebut sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia mengenai penataan kebersihan di kota dan kabupaten.
Wali Kota Depok, Supian Suri, menjelaskan bahwa arahan Presiden menekankan penanganan sampah, penertiban baliho dan spanduk, serta elemen kota lainnya yang dianggap mengganggu estetika sekaligus berpotensi membahayakan. Karena itu, Pemkot Depok menyiapkan satuan lintas perangkat daerah yang akan berkeliling untuk mendeteksi persoalan sejak dini, bukan menunggu masalah menjadi ramai setelah viral atau dilaporkan publik.
Menurut Supian, selama ini informasi kondisi lapangan kerap diketahui dari laporan masyarakat melalui media sosial, seperti akun-akun lokal yang rajin mengunggah kejadian sehari-hari. Walau pola tersebut membantu, ia menilai situasi itu bisa memunculkan kesan bahwa pemerintah baru bergerak setelah ada laporan publik. Melalui Tim Maung ASRI, Pemkot ingin lebih proaktif agar dapat mengetahui persoalan lebih cepat daripada warga, sehingga perbaikan atau penertiban bisa dilakukan sebelum menimbulkan dampak lebih besar.
Dalam tugasnya, Tim Maung ASRI akan memantau berbagai temuan yang membutuhkan tindak lanjut cepat. Contohnya jalan berlubang, risiko pohon tumbang, sampah berserakan, bangunan yang terlalu maju ke badan jalan, hingga billboard yang dinilai mengancam keselamatan. Supian juga menyebut hal-hal kecil seperti coretan di pagar atau dinding jalan masuk dalam perhatian, karena aspek kebersihan dan kerapian visual dianggap berpengaruh pada kenyamanan warga.
Personel tim berasal dari lintas perangkat daerah, antara lain Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan. Pemilihan unsur tersebut dilakukan karena persoalan di lapangan biasanya saling berkaitan—mulai dari kebersihan, ketertiban umum, hingga dampaknya terhadap lalu lintas. Supian menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kapolres dan Dandim sehingga pada waktu tertentu dimungkinkan adanya keterlibatan personel TNI dan Polri dalam pemantauan bersama.
Tim ini tidak bekerja 24 jam penuh. Pelaksanaannya mengikuti jam kerja dengan pembagian wilayah tim barat dan tim timur, serta sistem shift. Personel disebut akan kembali ke unit masing-masing dan dapat ditugaskan kembali ketika dibutuhkan, termasuk untuk mendukung kegiatan di ruang publik seperti car free day. Pemkot berharap indikator kerja Tim Maung ASRI dapat terlihat dari kondisi Depok yang semakin aman, sehat, bersih, dan indah.






