Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto secara resmi meresmikan Masjid Jami’ An-Nur yang berlokasi di Kampung Pamoyanan, Desa Pada Asih, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Senin (19/1/2026). Kehadiran masjid ini tidak hanya menjadi sarana ibadah baru bagi warga Cisarua, tetapi juga menjadi simbol nyata kedekatan, kepedulian, serta kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Prosesi peresmian berlangsung dengan suasana yang penuh kehangatan dan kekhidmatan. Antusiasme masyarakat setempat terlihat sangat tinggi, di mana warga memadati area masjid sebagai wujud rasa syukur atas hadirnya fasilitas keagamaan yang representatif di lingkungan mereka.
Arsitektur Ikonik: Refleksi Keberanian dan Iman
Salah satu daya tarik utama dari Masjid Jami’ An-Nur terletak pada desain arsitekturnya yang sarat akan makna simbolis. Bagian kubah masjid dirancang secara khusus menyerupai Baret Merah Kopassus lengkap dengan atribut empat bintang.
Desain ini memiliki filosofi mendalam:
-
Baret Merah: Melambangkan keberanian, dedikasi, dan loyalitas prajurit TNI dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.
-
Nilai Spiritual: Merepresentasikan ajaran Islam sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter umat yang beriman dan bertakwa.
Perpaduan desain ini menciptakan harmonisasi antara nilai-nilai keislaman dengan semangat pengabdian serta kebangsaan.
Dalam sambutannya, ditegaskan bahwa peresmian masjid ini merupakan wujud nyata kontribusi TNI dalam pembangunan fasilitas publik, khususnya di bidang keagamaan. TNI berkomitmen untuk senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat guna mendukung pembinaan moral dan memperkuat persatuan nasional.
Hadirnya Masjid Jami’ An-Nur diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan positif bagi warga, mulai dari ibadah wajib hingga kegiatan sosial kemasyarakatan, yang pada akhirnya mempererat tali silaturahmi antara prajurit TNI dan rakyat di wilayah Bandung Barat.






