TNI Angkatan Udara bergerak cepat merespons laporan hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT) pada Sabtu (17/1/2026). Lanud Sultan Hasanuddin mengerahkan alutsista terbaiknya, Helikopter H225M Caracal H-2213, untuk menyisir kawasan pegunungan di Sulawesi Selatan guna menemukan keberadaan pesawat yang mengangkut total 10 orang tersebut.
Pesawat dengan tipe ATR 42-500 itu dilaporkan sedang menempuh rute penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Di dalamnya terdapat 7 kru pesawat dan 3 penumpang saat komunikasi terputus.
Titik Koordinat Terakhir di Pegunungan Maros
Berdasarkan data awal yang dihimpun, sinyal pesawat terakhir kali terdeteksi di kawasan pegunungan Leang-Leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Titik koordinat terakhir yang diterima berada pada posisi:
-
04°57’08” Lintang Selatan
-
119°42’54” Bujur Timur
Operasi Pencarian Jalur Udara dan Darat
Menindaklanjuti situasi darurat tersebut, Helikopter H225M Caracal yang dipimpin oleh Captain Pilot Kapten Pnb Rahmanto telah lepas landas dari Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, menuju sektor pencarian di Kabupaten Maros. Operasi udara ini difokuskan pada pengamatan visual dari ketinggian di medan pegunungan yang terjal.
Selain bantuan dari udara, TNI AU juga menerjunkan kekuatan darat yang terdiri dari puluhan personel tangguh, antara lain:
-
Yon Parako 473 Kopasgat
-
Divisi Arhanud Kopasgat
-
Personel Lanud Sultan Hasanuddin
Operasi pencarian ini merupakan kerja sama lintas instansi yang melibatkan Polres Maros, Kodim 1422/Maros, dan Basarnas. Saat ini, seluruh unsur terkait telah merapat dan mendirikan Posko Lapangan di daerah Bantimurung. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi intensif untuk mempercepat proses evakuasi dan pencarian korban di lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya pesawat.
Pihak Pen Lanud Sultan Hasanuddin menyatakan akan terus memberikan informasi terbaru seiring dengan perkembangan pencarian di lapangan.






