Apple dan Google kembali menjadi sorotan industri teknologi global setelah mengonfirmasi kerja sama strategis di bidang kecerdasan buatan (AI). Dalam kolaborasi ini, Gemini tidak lagi sekadar hadir sebagai aplikasi terpisah di iPhone, melainkan akan menjadi bagian penting dari Siri dan ekosistem Apple Intelligence.
Dalam pernyataan resminya kepada media pada 13 Januari, Apple menyebut Google sebagai mitra yang menyediakan platform paling kompeten setelah melalui proses evaluasi teknis yang mendalam. Apple menilai teknologi Google unggul dalam mendukung pengembangan Foundation Models, kerangka kerja AI yang memungkinkan integrasi model bahasa besar (LLM) ke dalam pengalaman pengguna.
“Google menyediakan platform yang paling kompetitif untuk Foundation Models. Kami antusias dengan potensi inovasi yang dapat dihadirkan kolaborasi ini bagi pengguna,” ujar Apple dalam keterangannya.
Foundation Models sendiri diperkenalkan Apple pada Oktober 2025 sebagai fondasi bagi pengembang untuk menciptakan berbagai fitur berbasis AI, mulai dari ringkasan aktivitas, jurnal personal, hingga pemahaman konsep ilmiah secara kontekstual.
Menurut sejumlah sumber industri, keputusan Apple memilih Gemini didorong oleh kemampuan teknis model tersebut yang memiliki sekitar 1,2 triliun parameter, jauh melampaui model internal Apple yang masih dalam tahap pengembangan. Kapasitas ini dinilai krusial untuk mewujudkan visi Siri generasi baru yang mampu memahami konteks personal pengguna serta menjalankan perintah kompleks lintas aplikasi.
Sehari sebelumnya, pada 12 Januari, Google mengumumkan bahwa kedua perusahaan telah menandatangani perjanjian kemitraan multi-tahun. Melalui kerja sama ini, model Gemini dan infrastruktur cloud Google akan menjadi tulang punggung pemrosesan AI untuk Siri dan Apple Intelligence.
Meski demikian, kemitraan dua raksasa teknologi ini juga memicu kekhawatiran terkait konsentrasi kekuatan pasar. Sejumlah tokoh teknologi, termasuk Elon Musk, mempertanyakan potensi dominasi Google yang sudah menguasai Android dan Chrome.
Menanggapi isu tersebut, Apple dan Google menegaskan komitmen terhadap privasi pengguna. Google hanya berperan sebagai penyedia teknologi AI, sementara data pengguna iPhone tetap berada sepenuhnya di bawah kendali Apple. Gemini akan beroperasi dalam lingkungan keamanan (sandbox) Apple dan tidak dapat mengakses data personal untuk keperluan pelatihan model Google.
Detail finansial kerja sama ini tidak diungkap ke publik, namun analis memperkirakan nilai kesepakatan mencapai sekitar satu miliar dolar AS per tahun yang dibayarkan Apple kepada Google.
Integrasi Gemini dengan Siri diperkirakan mulai dirilis melalui pembaruan iOS 26.4 pada awal tahun ini. Dengan pembaruan tersebut, Siri diharapkan berevolusi dari sekadar asisten suara menjadi AI Agent yang mampu membaca konten di layar, memahami konteks, dan menjalankan tugas kompleks di berbagai aplikasi sesuai perintah pengguna.






