Pemerintah Kota Probolinggo mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 dengan memperkuat koordinasi lintas instansi. Hal tersebut ditandai melalui audiensi antara Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin dan jajaran Kementerian Haji (Kemenhaj) Kota Probolinggo, Selasa (13/1/2026).
Audiensi yang berlangsung di wilayah Kecamatan Kanigaran tersebut membahas kesiapan teknis keberangkatan jemaah haji, termasuk jumlah kuota, pola pemberangkatan, serta dukungan pemerintah daerah terhadap pelayanan jemaah.
Dalam pertemuan itu terungkap bahwa Kota Probolinggo memperoleh kuota haji sebanyak 301 jemaah pada musim haji 2026. Seluruh jemaah direncanakan diberangkatkan dalam satu kelompok terbang (kloter) dan masuk pada jadwal awal keberangkatan musim haji.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menilai skema satu kloter memberikan keuntungan dari sisi manajemen dan pelayanan. Dengan pola tersebut, koordinasi pendampingan, pengawasan kesehatan, hingga pelayanan administratif dinilai dapat berjalan lebih efektif.
“Jika seluruh jemaah tergabung dalam satu kloter, tentu akan lebih memudahkan pemerintah daerah dalam mengatur pelayanan dan memastikan kenyamanan jemaah selama proses keberangkatan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kemenhaj Kota Probolinggo Didik Hernadi menyampaikan bahwa audiensi ini menjadi langkah awal membangun sinergi antara instansinya dengan Pemerintah Kota Probolinggo, mengingat Kemenhaj setempat baru resmi dikukuhkan pada 31 Desember 2025.
“Kami berharap dukungan penuh dari Pemerintah Kota Probolinggo agar penyelenggaraan ibadah haji 2026 dapat berjalan lancar, tertib, dan memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah,” kata Didik.
Didik juga menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat terkait penetapan Petugas Haji Daerah (PHD). Regulasi tersebut akan menjadi dasar penentuan petugas yang akan mendampingi jemaah selama pelaksanaan ibadah haji.
“Untuk PHD masih menunggu ketentuan lebih lanjut dari pusat. Setelah regulasi turun, kami akan segera menindaklanjuti,” tambahnya.
Audiensi ini diharapkan menjadi fondasi koordinasi yang solid antara Kemenhaj dan Pemerintah Kota Probolinggo, sehingga seluruh tahapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 dapat berjalan optimal dan berorientasi pada pelayanan jemaah.






