Aparat gabungan Kecamatan Grogol Petamburan melakukan pembersihan puing-puing material bangunan pasca insiden ledakan yang diduga berasal dari kebocoran tabung gas elpiji 12 kilogram di permukiman warga Jelambar, Rabu (7/1/2026).
Peristiwa tersebut terjadi di sebuah rumah tinggal dua lantai milik Veni Herawati yang berlokasi di Jalan Jelambar Baru III, RT 14 RW 07, Kelurahan Jelambar. Ledakan mengakibatkan kerusakan bangunan dan puing material sempat menutup akses jalan umum di sekitar lokasi.
Camat Grogol Petamburan, Raditian Ramajaya, mengatakan pihaknya segera mengerahkan petugas gabungan untuk memastikan akses lingkungan kembali aman dan dapat dilalui warga.
“Fokus kami saat ini membersihkan puing yang menutup jalan umum. Untuk pembersihan secara menyeluruh masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak terkait,” ujar Raditian saat meninjau lokasi kejadian bersama Lurah Jelambar, Pradista Machdala Putra.
Sebanyak 40 personel gabungan dikerahkan dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Satpol PP, serta unsur terkait lainnya yang bekerja membersihkan sisa material bangunan terdampak ledakan.
Raditian juga mengungkapkan bahwa dalam kejadian tersebut terdapat satu korban yang mengalami luka bakar. Korban telah dievakuasi oleh petugas kesehatan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Sementara itu, Ketua RT 14/07 Jelambar, Wenny Trisuarni, menjelaskan bahwa ledakan terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Pada awalnya, warga mengira suara keras yang terdengar berasal dari petir karena kondisi cuaca pagi itu mendung.
“Awalnya dikira suara petir, ternyata setelah dicek berasal dari rumah ini,” kata Wenny.
Menurutnya, ledakan diduga dipicu oleh kebocoran tabung gas elpiji yang telah berlangsung cukup lama. Saat pemilik rumah hendak beraktivitas memasak dan menyalakan kompor, gas yang telah memenuhi ruangan kemudian memicu ledakan.
“Tabungnya tidak sampai meledak, tapi gas bocor dan baunya menyengat. Kemungkinan bocornya sudah sejak malam,” jelasnya.
Di lokasi terpisah, Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Suheri, menyampaikan bahwa pihaknya secara rutin telah melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat, termasuk penanganan kebocoran gas.
“Sosialisasi dan simulasi penanggulangan bahaya kebakaran, termasuk kebocoran gas, terus dilakukan oleh petugas di wilayah,” ujarnya.
Ia berharap kejadian ini dapat menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan serta perawatan rutin terhadap peralatan memasak berbahan gas demi mencegah insiden serupa terulang kembali.






