Program pemberdayaan ekonomi Zmart yang dijalankan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menunjukkan dampak positif bagi pelaku usaha mikro. Salah satunya dirasakan oleh Niswatun Khasanah (40), warga Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, yang kini mampu meraih omzet hampir Rp1 juta per hari dari usaha toko kelontong yang dikelolanya.
Sebagai penerima manfaat program Zmart BAZNAS, Niswatun mengelola warung yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan rumah tangga. Strategi utama yang ia terapkan adalah menjaga kelengkapan barang dagangan agar pelanggan dapat memenuhi seluruh kebutuhan dalam satu tempat.
Pendekatan tersebut terbukti efektif meningkatkan jumlah pelanggan sekaligus membangun loyalitas konsumen. Perputaran barang menjadi lebih cepat dan omzet usaha terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.
Tidak hanya mengandalkan penjualan secara langsung, Niswatun juga memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar. Ia aktif berjualan secara daring sebagai reseller berbagai produk muslimah, sehingga membuka sumber pendapatan tambahan di luar toko fisik.
Dengan pengelolaan usaha yang efisien, pemilihan strategi dagang yang tepat, serta dukungan pendampingan dari program Zmart, Niswatun berhasil meningkatkan skala usahanya secara signifikan. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa program pemberdayaan yang tepat sasaran mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Program Zmart BAZNAS sendiri merupakan inisiatif pemberdayaan ekonomi yang berfokus pada pengembangan warung atau toko milik mustahik skala mikro hingga kecil, khususnya di wilayah perkotaan. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas usaha agar mampu bersaing dengan ritel modern, sekaligus menjadi solusi berkelanjutan dalam upaya pengentasan kemiskinan.






