Densus 88 Berikan Edukasi Pencegahan Radikalisme kepada 1.400 Pelajar SMA di Kuta Utara Bali

Avatar photo

- Penulis Berita

Minggu, 14 Desember 2025 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Upaya pencegahan paham radikalisme di kalangan pelajar terus diperkuat. Densus 88 Antiteror Polri melalui Direktorat Pencegahan, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung, Sat Intel Polres Badung, serta Fast Respon Indonesia Counter Polri Wilayah Bali, menggelar sosialisasi bertema “Radikalisme dan Kekerasan pada Pelajar” di SMA Negeri 1 Kuta Utara, Bali, Sabtu (12/12/2025).

Kegiatan edukatif tersebut diikuti sekitar 1.400 peserta yang terdiri dari siswa dan guru SMA Negeri 1 Kuta Utara. Sosialisasi ini bertujuan membangun kesadaran pelajar terhadap bahaya radikalisme, kekerasan, serta perilaku menyimpang yang dapat mengancam masa depan generasi muda.

Kepala SMA Negeri 1 Kuta Utara, I Gusti Nyoman Naranata, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas instansi yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi semacam ini sangat penting dalam membentuk karakter siswa yang berwawasan kebangsaan dan berperilaku positif.

“Kami mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Materi yang disampaikan sangat relevan bagi pelajar di tengah tantangan sosial saat ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Gaji PPPK Paruh Waktu Lampung Selatan Disesuaikan Kapasitas APBD, Ini Penjelasan Pemkab

Dalam pemaparannya, Kasat Intel Polres Badung AKP I Gusti Lanang Jelantik menjelaskan secara rinci mengenai bullying, mulai dari pengertian, jenis-jenis bullying, hingga konsekuensi hukum yang dapat timbul. Ia menegaskan bahwa bullying merupakan tindakan agresif yang dilakukan secara berulang oleh individu atau kelompok terhadap pihak yang dianggap lebih lemah, dan dapat berdampak serius bagi korban.

Selain itu, Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri juga mengulas fenomena keterpaparan anak di bawah umur terhadap paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET), termasuk bahaya fanatisme kekerasan yang dapat menyusup melalui lingkungan pergaulan maupun media digital.

Briptu Lalu Fendi Irawan menekankan pentingnya memperkuat pemahaman agama yang moderat serta menjadikan nilai-nilai kebangsaan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak para pelajar untuk berpegang pada empat pilar kebangsaan sebagai fondasi dalam menangkal pengaruh ideologi menyimpang.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu mengenali tanda-tanda radikalisme sejak dini, menjauhi perilaku kekerasan, serta menjadi agen perdamaian di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Baca Juga :  Densus 88 Berikan Edukasi Anti-Radikalisme kepada 100 Pelajar SMAN 01 Nabire

Berita Terkait

BAZNAS Bangun Kelas Darurat untuk Jaga Semangat Belajar Anak Gaza
Prada Nawawi Harumkan Indonesia Juara Hifdzil Quran 30 Juz Libya
Prabowo dan Kabinet Tunaikan Zakat Istana melalui BAZNAS RI
Prabowo Resmikan 218 Jembatan Nasional, TNI Dampingi dari Hambalang Bogor
Panglima TNI Soroti Ancaman Siber Saat HUT Ke-65 Kostrad
Prabowo Menangis Saat Apresiasi BAZNAS Salurkan Bantuan Kemanusiaan Palestina
Panglima TNI Pimpin Prosesi Penyerahan Jenazah dan Pemakaman Try Sutrisno
BAZNAS Salurkan 2.400 Pakaian Baru untuk Pengungsi Gaza Saat Ramadan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:44 WIB

BAZNAS Bangun Kelas Darurat untuk Jaga Semangat Belajar Anak Gaza

Senin, 16 Maret 2026 - 11:14 WIB

Prada Nawawi Harumkan Indonesia Juara Hifdzil Quran 30 Juz Libya

Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:22 WIB

Prabowo dan Kabinet Tunaikan Zakat Istana melalui BAZNAS RI

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:15 WIB

Prabowo Resmikan 218 Jembatan Nasional, TNI Dampingi dari Hambalang Bogor

Minggu, 8 Maret 2026 - 10:18 WIB

Panglima TNI Soroti Ancaman Siber Saat HUT Ke-65 Kostrad

Berita Terbaru