RAGAMNETWORK.COM – Raksasa teknologi Apple kini terjebak dalam pertarungan hukum berisiko tinggi di India yang dapat mengguncang stabilitas finansial perusahaan.
Perusahaan asal California tersebut resmi mengajukan gugatan terhadap versi terbaru rezim antimonopoli India. Aturan baru ini memberikan wewenang kepada regulator untuk menghitung besaran denda berdasarkan pendapatan global perusahaan, bukan sekadar hasil dari aktivitas lokal mereka.
Langkah hukum ini diambil setelah Apple memperkirakan risiko penalti yang sangat fantastis.
Hukuman tersebut bisa mencapai 38 miliar dolar AS, atau setara dengan 10% dari total omzet layanan global mereka selama tiga tahun fiskal terakhir. Kasus ini kini tengah bergulir di hadapan Pengadilan Tinggi Delhi sebagai upaya Apple menahan dampak regulasi tersebut.
Dalam dokumen permintaannya, tim hukum Apple tidak menyembunyikan kekhawatiran mendalam mengenai metode perhitungan baru ini.
Pengacara perusahaan berargumen bahwa menghubungkan sanksi dengan kinerja keseluruhan global adalah tindakan yang “sewenang-wenang” dan “tidak adil”. Mereka menilai logika hukum seharusnya membatasi sanksi hanya pada cabang atau segmen bisnis yang relevan dengan dugaan pelanggaran, tanpa menyeret unit bisnis lain yang tidak berhubungan.
Protes keras Apple ini tidak lepas dari konteks penyelidikan yang sedang berlangsung di lapangan.
Sejak tahun 2022, Komisi Persaingan India (CCI) telah menyelidiki keluhan yang diajukan oleh platform Match. Tuduhan utamanya menyasar dugaan penyalahgunaan posisi dominan Apple di pasar aplikasi iOS, khususnya terkait pembatasan pembayaran pihak ketiga. Sumber Reuters menyebutkan bahwa CCI meyakini telah mengantongi bukti kuat terkait perilaku bisnis yang dinilai “kasar” tersebut.
Situasi semakin mendesak bagi Apple karena CCI berencana menerapkan aturan perhitungan denda baru ini pada kasus yang sedang berjalan.
Apple menegaskan kepada pengadilan bahwa mereka tidak memiliki pilihan selain menempuh upaya konstitusional segera guna menghindari penerapan aturan secara surut (retroaktif). Sidang penentuan dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang di Delhi, sebuah momen yang akan menjadi preseden vital bagi nasib perusahaan multinasional di India.






