RAGAMNETWORK.COM – Sektor perbankan sering dianggap kaku, namun Groupe BPCE mematahkan stigma tersebut dengan percepatan adopsi teknologi yang fenomenal. Raksasa perbankan dengan 100 ribu tenaga kerja ini mengumumkan pencapaian simbolis, di mana lebih dari satu dari dua karyawannya kini bergantung pada Artificial Intelligence (AI) generatif dalam aktivitas harian mereka. Transformasi budaya kerja ini didukung oleh pelatihan masif terhadap hampir 45.000 staf secara internal, sebuah langkah agresif yang didorong oleh strategi VISION 2030 untuk memastikan penguasaan alat-alat baru di seluruh lini bisnis.
Jantung dari revolusi cara kerja ini adalah “MAiA”, sebuah solusi asisten AI aman yang dikembangkan secara internal selama dua tahun. MAiA dirancang bukan sekadar sebagai agen percakapan sederhana, melainkan sistem yang terbagi menjadi serangkaian asisten khusus yang menangani manajemen risiko, sumber daya manusia, perlawanan terhadap penipuan, hingga dukungan hukum.
Yves Tyrode, Managing Director Digital & Payments Group, mengungkapkan kebanggaannya atas kecepatan adopsi ini yang melampaui ekspektasi. “50 persen karyawan kami menggunakan MAiA rata-rata 40 kali sebulan. Kami telah mencapai tujuan kami setahun sebelumnya,” ujarnya.
Infrastruktur teknis yang menopang MAiA sangat canggih, memanfaatkan model bahasa dari pemain utama seperti Mistral AI, OpenAI, Google, dan Anthropic. Sistem ini mencatat lebih dari dua juta prompt setiap bulannya, didukung oleh campuran cloud eksternal dan kapasitas internal empat puluh GPU untuk komputasi intensif.
Penggunaan masif ini berdampak nyata di lapangan, mulai dari pendampingan personal bagi penasihat perbankan, peningkatan aplikasi seluler yang digunakan satu juta klien aktif, hingga otomatisasi pusat layanan pelanggan yang telah menangani jutaan panggilan melalui voicebot. Selain itu, asisten ini juga mendukung kerja harian hampir 1.500 pengembang IT.
Di balik angka adopsi yang fantastis, dimensi etika tetap diletakkan sebagai prioritas utama proyek transformasi ini. Kelompok usaha ini baru saja menandatangani perjanjian baru (GEPP) yang secara spesifik mengintegrasikan manajemen bertanggung jawab atas AI generatif, guna memastikan kepatuhan terhadap GDPR, Undang-Undang AI, serta kedaulatan data.
Yves Tyrode menyimpulkan keyakinannya pada integrasi teknologi ini. “Kami yakin bahwa AI generatif menjadi standar bagi semua karyawan kami dan semua bisnis kami. Adopsi besar-besaran ini akan memungkinkan Groupe BPCE untuk meningkatkan efisiensi operasionalnya,” pungkasnya.






