RAGAMNETWORK.COM – OpenAI meluncurkan pembaruan penting pada model bahasa mereka, ChatGPT. Pembaruan ini bertujuan agar pengguna dapat menghindari penggunaan tanda pisah panjang (—), sebuah karakteristik yang selama ini mudah dikenali sebagai gaya penulisan yang umum dihasilkan oleh chatbot.
Sam Altman, CEO OpenAI, mengumumkan kabar ini di platform X pada 14 November. Ia menyebut pembaruan ini sebagai “kemenangan kecil tapi selamat datang.” Perubahan ini lahir dari keluhan banyak pengguna yang frustrasi karena ChatGPT sering mengabaikan permintaan untuk menghindari penggunaan tanda pisah panjang dalam panduan khusus (custom instructions).
Dalam pengeditan teks, terdapat beberapa jenis tanda hubung, yaitu hyphen (-) yang pendek, en dash (–) yang sedikit lebih panjang, dan em dash (—) atau tanda pisah panjang. Tanda pisah panjang sering digunakan untuk menekankan, memisahkan, atau menyisipkan informasi, dan penggunaan frekuentifnya pada teks yang dihasilkan AI dianggap sebagai ciri khas chatbot. Hal ini bahkan membuat beberapa pembuat konten berhenti menggunakan tanda pisah panjang karena khawatir hasil tulisan mereka dicurigai dibuat oleh ChatGPT.
Dalam unggahan di Threads, OpenAI menjelaskan bahwa ChatGPT kini telah mengikuti panduan dengan lebih baik. Pembaruan ini tidak berarti bahwa chatbot akan secara default menghapus tanda pisah panjang. Namun, pengguna sekarang memiliki kemampuan untuk mengontrol frekuensi kemunculan tanda tersebut dalam teks output.
Pembaruan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan OpenAI untuk meningkatkan kemampuan kustomisasi ChatGPT. Pengguna kini dapat meminta ChatGPT untuk mengingat beberapa detail spesifik, misalnya terkait pemformatan, dan chatbot akan menerapkan preferensi tersebut dalam interaksi selanjutnya.
Selain tanda pisah panjang, menurut Business Insider, ChatGPT juga memiliki tanda-tanda lain yang dapat dikenali, seperti penggunaan frasa klise. Meskipun demikian, OpenAI belum memberikan keterangan apakah ada pembaruan untuk menyelesaikan masalah frasa klise ini.
Sebelumnya, pada 12 November, OpenAI juga telah merilis pembaruan GPT-5.1 untuk model GPT-5 (yang dirilis Agustus). Pembaruan ini diklaim membuat ChatGPT lebih pintar dan lebih baik.
Dalam upgrade tersebut, OpenAI memperluas opsi kepribadian untuk nada percakapan ChatGPT, mencakup pilihan seperti: Default, Professional, Friendly, Frank, Eksentrik, Efektif, Bookworm, dan Diragukan. OpenAI saat ini juga sedang menguji kemampuan untuk menyesuaikan gaya ChatGPT langsung dari pengaturan personalisasi.






