Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XIX Tingkat Kabupaten Kolaka Utara yang digelar di Kecamatan Tiwu mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan. Prosesi pembukaan berlangsung tertib, meriah, dan sarat nuansa religius, bahkan dinilai sebagai salah satu penyelenggaraan MTQ terbaik yang pernah ada di daerah tersebut.
Camat Tiwu Baso Hendra Jaya mengungkapkan bahwa keberhasilan itu bukan hasil kerja instan, melainkan buah dari persiapan panjang yang telah dilakukan jauh sebelum penetapan resmi tuan rumah diterbitkan oleh pemerintah daerah. Menurutnya, seluruh unsur di Kecamatan Tiwu telah bergerak lebih awal dengan satu tujuan, yakni menyukseskan MTQ tingkat kabupaten tersebut.
Ia menjelaskan bahwa antusiasme tujuh desa di wilayah Kecamatan Tiwu menjadi modal utama. Dukungan para kepala desa dan partisipasi aktif masyarakat membuat seluruh tahapan persiapan berjalan solid dan terkoordinasi. Kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara, kata Baso, lahir dari keseriusan dan kesiapan yang ditunjukkan sejak awal.
Lebih lanjut, Baso menekankan bahwa kunci utama suksesnya penyelenggaraan MTQ ke-XIX adalah keikhlasan dalam bekerja. Seluruh proses persiapan dilakukan dengan semangat kebersamaan, tanpa mengedepankan kepentingan pribadi atau kelompok. Masyarakat dilibatkan secara langsung, sehingga merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap kelancaran acara.
Sebagai tuan rumah, Kecamatan Tiwu tidak hanya menargetkan sukses penyelenggaraan, tetapi juga berharap dapat mencatatkan prestasi terbaik dalam ajang tersebut. Seluruh cabang lomba diikuti dengan penuh optimisme, sebagai bentuk komitmen untuk memberikan yang terbaik di hadapan seluruh kafilah dari kecamatan lain.
Baso berharap MTQ ke-XIX ini dapat berlangsung lancar hingga penutupan pada 8 Februari 2026. Ia juga menaruh harapan besar agar kegiatan ini menjadi momentum memperkuat syiar Islam serta menumbuhkan kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap Al-Qur’an.
MTQ ke-XIX Tingkat Kabupaten Kolaka Utara sendiri dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, mulai 2 hingga 8 Februari 2026, dan diikuti oleh kafilah dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Kolaka Utara.






