Kesaksian Dito Ariotedjo Perkuat Bukti Penyalahgunaan Diskresi Kuota Haji Kementerian Agama

Avatar photo

- Penulis Berita

Minggu, 25 Januari 2026 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi bahwa keterangan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, memberikan poin krusial dalam pengusutan kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan. Informasi yang diberikan Dito dinilai memperkuat bukti-bukti penyidikan mengenai asal-usul kuota dari Pemerintah Arab Saudi.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa keterlibatan Dito dalam kunjungan kerja Presiden Ke-7 RI, Joko Widodo, ke Arab Saudi pada 2022 menjadi sorotan utama. Kesaksiannya membantu penyidik memahami latar belakang kuota tambahan yang kemudian diduga dikelola melalui diskresi bermasalah oleh Kementerian Agama.

Penyidik KPK terus mendalami dugaan diskresi yang tidak sesuai aturan dalam pembagian kuota haji tersebut. Meskipun keterangan Dito dianggap sangat membantu dalam melengkapi rangkaian peristiwa, KPK menegaskan masih perlu memeriksa sejumlah saksi lain untuk memantapkan pembuktian terhadap para tersangka.

Dito Ariotedjo, yang menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Gedung Merah Putih Jakarta, mengakui dicecar detail mengenai kegiatannya selama mendampingi Presiden Jokowi di Arab Saudi. Ia memaparkan momen pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) yang menghasilkan sejumlah kesepakatan kerja sama (MoU).

Baca Juga :  Jetski Lintas Selat Sunda, Debut Atraksi Sport Tourism Pembuka Lamsel Fest 2025

Dalam penjelasannya kepada media, Dito menyebutkan bahwa diskusi antara Presiden Jokowi dan Pangeran MBS mencakup berbagai isu strategis, seperti pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) dan investasi. Namun, ia menggarisbawahi bahwa pembicaraan mengenai haji lebih bersifat umum pada kualitas pelayanan, bukan angka kuota spesifik.

KPK juga mendalami keterkaitan antara jaringan saksi dengan biro perjalanan haji tertentu, salah satunya Maktour Travel. Dito tidak menampik adanya hubungan kekeluargaan, mengingat pemilik Maktour Travel, Fuad Hasan Masyhur, merupakan ayah mertuanya.

Terkait upaya paksa penggeledahan yang dilakukan KPK di kediaman Fuad Hasan Masyhur beberapa waktu lalu, Dito menyatakan tidak berada di lokasi saat kejadian. Ia menyebut hanya istrinya yang berada di sana ketika tim penyidik datang melakukan penggeledahan untuk mencari dokumen pendukung perkara.

Hingga saat ini, lembaga antirasuah masih terus menelusuri dugaan perubahan sepihak distribusi kuota haji, dari kuota reguler menjadi khusus, serta peran pihak swasta dalam skandal yang diduga merugikan negara ini.

Berita Terkait

BAZNAS Bangun Kelas Darurat untuk Jaga Semangat Belajar Anak Gaza
Prada Nawawi Harumkan Indonesia Juara Hifdzil Quran 30 Juz Libya
Prabowo dan Kabinet Tunaikan Zakat Istana melalui BAZNAS RI
Prabowo Resmikan 218 Jembatan Nasional, TNI Dampingi dari Hambalang Bogor
Panglima TNI Soroti Ancaman Siber Saat HUT Ke-65 Kostrad
Prabowo Menangis Saat Apresiasi BAZNAS Salurkan Bantuan Kemanusiaan Palestina
Panglima TNI Pimpin Prosesi Penyerahan Jenazah dan Pemakaman Try Sutrisno
BAZNAS Salurkan 2.400 Pakaian Baru untuk Pengungsi Gaza Saat Ramadan

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:44 WIB

BAZNAS Bangun Kelas Darurat untuk Jaga Semangat Belajar Anak Gaza

Senin, 16 Maret 2026 - 11:14 WIB

Prada Nawawi Harumkan Indonesia Juara Hifdzil Quran 30 Juz Libya

Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:22 WIB

Prabowo dan Kabinet Tunaikan Zakat Istana melalui BAZNAS RI

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:15 WIB

Prabowo Resmikan 218 Jembatan Nasional, TNI Dampingi dari Hambalang Bogor

Minggu, 8 Maret 2026 - 10:18 WIB

Panglima TNI Soroti Ancaman Siber Saat HUT Ke-65 Kostrad

Berita Terbaru