Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia memberikan peringatan dini kepada seluruh pemerintah daerah untuk mewaspadai potensi lonjakan inflasi menjelang awal Ramadan 2026. Secara historis, periode ini selalu diikuti dengan kenaikan harga kebutuhan pokok, khususnya pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau.
Peringatan tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS RI, Pudji Ismartini, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual pada Senin (19/1/2026). Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lampung Selatan turut mengikuti arahan tersebut guna memperkuat langkah antisipatif di tingkat lokal.
Analisis Historis: Pola Inflasi Ramadan
Dalam paparannya, Pudji menjelaskan bahwa pola inflasi selama lima tahun terakhir menunjukkan kecenderungan yang konsisten. Kecepatan akumulasi inflasi sangat bergantung pada waktu dimulainya awal Ramadan dalam kalender masehi.
-
Ramadan di Awal Bulan: Inflasi cenderung terakumulasi penuh dalam satu bulan kalender.
-
Ramadan di Pertengahan Bulan: Dampak inflasi biasanya terbagi ke dalam dua bulan yang berbeda.
Sebagai catatan, pada tahun 2025 lalu, inflasi Ramadan mencapai angka tertinggi dalam lima tahun terakhir, yakni sebesar 1,65 persen. Hal ini disebabkan oleh dimulainya puasa pada awal Maret, sehingga tekanan harga terasa sangat signifikan sejak awal bulan.
Instruksi Kemendagri: Jaga Pasokan dari Hulu ke Hilir
Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, yang memimpin rapat tersebut, menekankan agar pemerintah daerah tidak hanya memantau data, tetapi juga terjun langsung ke lapangan. Beliau meminta daerah untuk membangun komunikasi intensif dengan para pedagang dan daerah penghasil (produsen).
“Tolong turun, kumpulkan kawan-kawan pedagang dan komunikasikan dengan daerah penghasil, supaya saat Ramadan nanti harga tidak melonjak terlalu tinggi,” tegas Tomsi Tohir.
Merespons arahan tersebut, TPID Lampung Selatan berkomitmen untuk memperkuat koordinasi lintas sektor. Fokus utama akan diarahkan pada pemantauan stok bahan pangan strategis seperti beras, cabai, bawang, dan daging, guna memastikan pasokan tersedia dengan harga yang tetap terjangkau oleh masyarakat selama bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri mendatang.






