Pemerintah Kota Depok menegaskan pentingnya peran pelajar dalam menghadapi dinamika sosial dan tantangan masa depan bangsa. Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, saat menghadiri Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Barat yang digelar di Kota Depok pada 10–11 Januari 2026.
Chandra menilai Rakerwil IPM Jabar tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga ruang strategis bagi pelajar untuk menyusun arah gerakan, memperkuat gagasan, serta menyiapkan diri sebagai generasi penerus kepemimpinan nasional.
“Kami menyambut baik dan mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Kota Depok sebagai tuan rumah kegiatan strategis pelajar Muhammadiyah se-Jawa Barat,” ujarnya.
Menurut Chandra, Pemerintah Kota Depok memandang pelajar sebagai aset penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Pelajar dinilai memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter, nilai, serta kapasitas kepemimpinan masa depan.
“Pelajar adalah investasi jangka panjang bangsa. Karena itu, kami mendorong organisasi pelajar seperti IPM untuk terus berperan aktif sebagai mitra pemerintah dalam membangun generasi yang religius, kritis, kreatif, dan berwawasan kebangsaan,” jelasnya.
Ia juga menyoroti tema Rakerwil IPM Jabar, “Meneguhkan Gagasan Membumikan Gerakan”, yang dinilai selaras dengan kebutuhan zaman. Menurutnya, ide dan pemikiran besar harus diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Diskusi dan gagasan harus diterjemahkan menjadi gerakan konkret. Inilah tantangan generasi muda hari ini, bagaimana menjadikan ide sebagai solusi atas persoalan umat dan bangsa,” kata Chandra.
Lebih lanjut, Chandra menegaskan bahwa IPM memiliki rekam jejak panjang dalam mencetak kader pelajar yang berintegritas, berilmu, dan memiliki daya juang tinggi. Nilai keislaman, keilmuan, dan kebangsaan yang diusung IPM dinilai relevan dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
“Dalam semangat Bersama Depok Maju, kami percaya kemajuan daerah dan bangsa hanya dapat terwujud melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan organisasi kepemudaan lintas generasi,” pungkasnya.






