Aparat gabungan TNI dan Polri meningkatkan langkah pengamanan di Kampung Kwamki Narama, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, menyusul terjadinya konflik antarwarga yang dipicu perang suku. Operasi pengamanan dilaksanakan pada Senin (5/1/2026) sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan dan mencegah terulangnya bentrokan susulan.
Dalam kegiatan tersebut, petugas menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi konsentrasi massa pasca konflik. Aparat membongkar tenda-tenda sementara yang digunakan untuk berkumpul serta mengamankan berbagai benda berbahaya, seperti senjata tajam dan panah, yang berpotensi memicu kekerasan lanjutan.
Kodim 1710/Mimika bersama unsur TNI–Polri lainnya menjalankan operasi dengan pendekatan persuasif dan humanis. Kehadiran aparat di lapangan diarahkan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat serta mengembalikan aktivitas warga agar berjalan normal.
Komandan Kodim 1710/Mimika, Letkol Inf Redi Dwi Yuda Kurniawan, S.I.P., menegaskan bahwa langkah pengamanan ini merupakan bentuk komitmen TNI–Polri dalam menjaga ketertiban dan stabilitas wilayah pasca konflik. Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat agar menahan diri dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Di sisi lain, upaya penyelesaian secara damai juga terus didorong. Aparat memfasilitasi pertemuan antara dua kelompok yang terlibat bentrokan untuk membuka ruang dialog, meredam ketegangan, serta membangun kesepahaman bersama. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan perdamaian berkelanjutan dan memperkuat keamanan di Kabupaten Mimika.






