Geoteater Rancakalong Jadi Ruang Hidup Seni Sunda di Sumedang

Avatar photo

- Penulis Berita

Minggu, 28 Desember 2025 - 10:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Upaya pelestarian budaya di Kabupaten Sumedang terus diperkuat melalui Ekosistem Budaya Kasumedangan #7 yang rutin digelar setiap hari Sabtu. Kegiatan ini menjadikan Geoteater Rancakalong sebagai ruang hidup seni dan budaya Sunda yang mampu menarik perhatian masyarakat lintas generasi.

Beragam atraksi seni tradisional ditampilkan dalam agenda tersebut. Mulai dari Kawih Kaulinan Urang Lembur oleh HSN, Tari Kaulinan dari Arimbi Art, Tempas Sindir oleh Sanggar Seni Lingga Manik SMAN 3 Sumedang, hingga Tari Jatipongan yang digelar di Geoteater Rancakalong, Sabtu (22/11/2025).

Kemeriahan semakin terasa dengan kehadiran Panahan Tradisional dari Satria Madang serta Rampak Tarompet dari PSBS yang sukses memukau penonton dan menghadirkan nuansa budaya Sunda yang autentik.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, yang turut menyaksikan langsung kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa Ekosistem Budaya Kasumedangan merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal.

“Budaya adalah identitas dan kekuatan Sumedang. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menanamkan kebanggaan dan nilai karakter bagi generasi penerus,” ujar Dony.

Baca Juga :  Wabup Sumedang Tegaskan Pengawasan Ketat Proyek Sekolah, Vendor Bermasalah Terancam Blacklist

Menurutnya, Geoteater Rancakalong memiliki peran penting sebagai pusat pengembangan seni dan budaya di Kabupaten Sumedang. Fungsinya tidak sebatas sebagai ruang pertunjukan, tetapi juga menjadi wadah bersama untuk belajar, berkarya, dan mengekspresikan potensi kreatif masyarakat, khususnya kalangan muda.

“Budaya akan terus hidup jika terus dipertunjukkan. Geoteater Rancakalong adalah ruang bagi semua untuk belajar, berkarya, dan mengekspresikan aksi seni budaya,” katanya.

Dony juga menegaskan bahwa seni dan budaya tidak hanya berorientasi pada pelestarian warisan lama, tetapi juga mendorong lahirnya ekspresi budaya baru yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.

“Budaya adalah jati diri sebuah bangsa. Karena itu harus terus berlanjut, hidup, dan ditampilkan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia pun mengapresiasi kreativitas para pelaku seni yang menampilkan beragam atraksi, mulai dari kaulinan budak, panahan tradisional, hingga jaipongan. Menurutnya, potensi seni budaya Sumedang sangat besar dan memiliki peluang untuk tampil di tingkat nasional bahkan internasional.

Berita Terkait

BAZNAS Bangun Kelas Darurat untuk Jaga Semangat Belajar Anak Gaza
Prada Nawawi Harumkan Indonesia Juara Hifdzil Quran 30 Juz Libya
Prabowo dan Kabinet Tunaikan Zakat Istana melalui BAZNAS RI
Prabowo Resmikan 218 Jembatan Nasional, TNI Dampingi dari Hambalang Bogor
Panglima TNI Soroti Ancaman Siber Saat HUT Ke-65 Kostrad
Prabowo Menangis Saat Apresiasi BAZNAS Salurkan Bantuan Kemanusiaan Palestina
Panglima TNI Pimpin Prosesi Penyerahan Jenazah dan Pemakaman Try Sutrisno
BAZNAS Salurkan 2.400 Pakaian Baru untuk Pengungsi Gaza Saat Ramadan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:44 WIB

BAZNAS Bangun Kelas Darurat untuk Jaga Semangat Belajar Anak Gaza

Senin, 16 Maret 2026 - 11:14 WIB

Prada Nawawi Harumkan Indonesia Juara Hifdzil Quran 30 Juz Libya

Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:22 WIB

Prabowo dan Kabinet Tunaikan Zakat Istana melalui BAZNAS RI

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:15 WIB

Prabowo Resmikan 218 Jembatan Nasional, TNI Dampingi dari Hambalang Bogor

Minggu, 8 Maret 2026 - 10:18 WIB

Panglima TNI Soroti Ancaman Siber Saat HUT Ke-65 Kostrad

Berita Terbaru