Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 6,5 ton paket sembako kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Bantuan tersebut menyasar sekitar 2.000 warga di salah satu wilayah dengan dampak banjir paling parah.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan mencakup beras, minyak goreng, dan biskuit sebagai kebutuhan pokok masyarakat pascabencana.
“Selain bantuan logistik, kami juga menghadirkan posko bersama berupa media center serta layanan psikososial untuk membantu memulihkan kondisi mental, khususnya anak-anak,” ujar Meutya dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (14/12/2025).
Dalam kunjungannya ke Kecamatan Sunggal pada Sabtu (13/12/2025), Meutya turut mengikuti doa bersama dengan warga. Ia menegaskan bahwa dukungan pemerintah tidak hanya terbatas pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga pemulihan sosial dan psikologis masyarakat terdampak.
Kemkomdigi juga melaporkan perkembangan pemulihan jaringan komunikasi di Sumatera Utara yang sempat terganggu akibat banjir. Hingga Sabtu (13/12), sebanyak 4.273 dari total 4.368 menara BTS atau sekitar 97,8 persen telah kembali beroperasi.
Pemulihan jaringan tersebut dinilai krusial untuk memastikan masyarakat dapat mengakses informasi darurat serta berkomunikasi dengan keluarga dan pihak terkait.
“Dengan pemulihan jaringan yang hampir menyeluruh, masyarakat Sumatera Utara kini dapat kembali memperoleh informasi penting dan menjaga komunikasi di tengah masa pemulihan,” kata Meutya.
Ia menegaskan bahwa Kemkomdigi akan terus melakukan pemantauan layanan komunikasi hingga kondisi di wilayah terdampak benar-benar stabil. Di akhir kunjungan, Meutya juga mengajak masyarakat untuk saling peduli dan menguatkan satu sama lain dalam menghadapi musibah.
“Setiap ujian pasti ada kemudahan. Kita perlu saling membantu dan saling mendoakan agar pemulihan berjalan lebih cepat,” ujarnya.






