Masyarakat Kelurahan Gunung Parang dan Subang Jaya mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro melalui berbagai pelatihan UMKM dan kewirausahaan berbasis teknologi digital. Usulan tersebut disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan yang digelar pada 9 Desember 2025. Aspirasi ini selaras dengan tema besar Musrenbang tahun ini, yaitu transformasi ekonomi melalui penguatan SDM, peningkatan ekonomi kreatif, dan pelayanan publik berbasis digital.
Lurah Gunung Parang, Cecep Hidayat, menyampaikan bahwa masyarakat juga mengusulkan pelatihan komputer, desain grafis, kesiapsiagaan bencana, pembuatan biopori, serta pelatihan pemulasaran jenazah. Usulan tersebut masuk dalam rangkaian perencanaan pembangunan tahun anggaran 2027. Secara keseluruhan, terdapat 10 usulan prioritas yang dihasilkan dalam Musrenbang kelurahan, yang selanjutnya akan dibahas pada tingkat kecamatan.
“Untuk kegiatan fisik, masyarakat mengusulkan pembangunan paving block, pengaspalan gang, peningkatan drainase, perbaikan Posyandu, dan renovasi rumah tidak layak huni,” jelas Cecep.
Sementara itu, Lurah Subang Jaya, Jumiyati, mengungkapkan bahwa Musrenbang di wilayahnya juga menghasilkan sejumlah rekomendasi prioritas. Selain pelatihan kewirausahaan, masyarakat mengusulkan pembangunan tembok penahan tanah, perbaikan drainase, pelatihan bagi kader Posyandu, serta pelatihan pengelolaan sampah untuk mendukung kebersihan lingkungan.
Camat Cikole, Cesar Anwar, yang membuka Musrenbang di Kelurahan Gunung Parang, memberikan apresiasi terhadap keterlibatan aktif warga dalam merumuskan usulan-usulan pembangunan. Ia menegaskan bahwa pihak kecamatan berkomitmen untuk terus memfasilitasi berbagai program yang diajukan masyarakat agar dapat ditindaklanjuti secara optimal dalam perencanaan pembangunan daerah.






