RAGAMNETWORK.COM – Upaya memperkuat jalinan batin masyarakat Kota Bandung kembali ditegaskan melalui penyelenggaraan Kajian Rutin Kopiah Forum Ulama-Umaro Utama (F3U). Kegiatan yang digagas sebagai gerakan moral ini hadir dengan visi membangun iklim kebersamaan yang lebih hangat antara pemimpin, ulama, tokoh masyarakat, dan warga.
Pada pertemuan yang berlangsung di Pendopo Kota Bandung, Wali Kota Muhammad Farhan menekankan bahwa F3U tidak dirancang sebagai acara seremonial belaka. Ia menggambarkan forum tersebut sebagai ruang yang ingin tumbuh secara organik, menjadi wadah semua pihak untuk saling menguatkan. Farhan menyebut Pendopo sebagai rumah besar bagi warga Bandung, tempat setiap seseorang bisa datang untuk berbicara, mendengarkan, dan saling mengingatkan atas tanggung jawab sosial yang diemban bersama.
Selama hampir setahun memimpin kota, Farhan mengaku banyak belajar tentang pentingnya sensitivitas terhadap suara masyarakat. Menurutnya, berhadapan dengan persoalan publik—mulai dari sampah, layanan pemerintah, hingga dinamika sosial membawa pemimpin pada tuntutan untuk memahami dengan hati, bukan hanya melalui prosedur formal. Ia menegaskan bahwa kemampuan mendengarkan secara tulus menjadi fondasi moral yang sangat dibutuhkan dalam menjalankan pemerintahan.
Forum F3U, lanjut Farhan, diharapkan dapat menjadi penjaga moral yang terus menyadarkan para pemimpin dan ASN agar tetap berpegang pada amanah yang dipercayakan warga. Dengan mempertemukan ulama, pemangku kebijakan, serta masyarakat, ia percaya kegiatan ini mampu merawat sisi paling penting dalam pembangunan kota: hati dan sikap warganya.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh ulama dan budayawan, termasuk Ustaz Erick Yusuf dan Kiai Athian Ali. Dalam pesannya, Ustaz Erick Yusuf menilai F3U sebagai bentuk gerakan moral yang sangat dibutuhkan dalam menjawab kegelisahan masyarakat saat ini. Ia mengingatkan bahwa sebuah kota tidak hanya ditopang oleh kekuatan fisik dan infrastruktur, tetapi juga oleh kedekatan emosional dan spiritual antarwarga yang saling terhubung. Erick menekankan pentingnya harmonisasi antara ulama dan umaro sebagai fondasi yang memperkuat karakter kota.
Selain itu, Erick juga menyoroti peran seni budaya Islami sebagai bagian penting dari pembinaan moral masyarakat. Kehadiran para budayawan dalam forum ini dianggap sebagai sinyal positif bahwa pembangunan karakter dapat dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui pendekatan keagamaan, tetapi juga melalui nilai-nilai seni yang menghaluskan budi.
Kajian Rutin Kopiah F3U rencananya akan terus digelar pada setiap Sabtu terakhir di Pendopo Kota Bandung. Dengan format yang sederhana namun bernilai, forum ini dibentuk sebagai ruang untuk duduk bersama, menyerap pesan ulama, mendengar aspirasi warga, dan menyusun langkah kolektif mewujudkan visi Bandung Utama: unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis.






