RAGAMNETWORK.COM – Selat Sunda mencatat sejarah baru dalam upaya promosi pariwisata bahari Indonesia. Aksi jetski lintas Merak-Bakauheni resmi digelar untuk pertama kalinya, berfungsi sebagai pembuka rangkaian Lampung Selatan Festival (Lamsel Fest) 2025, ajang pariwisata terbesar di Kabupaten Lampung Selatan.
Aksi bersejarah ini dipimpin oleh Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata, Zita Anjani, yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Lampung Selatan. Ia didampingi oleh Anggota DPR RI Verrel Bramasta, dan dua adventurer nasional, Hasan Alidrus serta Audrey “King of Jungle”. Bersama-sama, mereka menorehkan catatan sebagai atraksi jetski pertama yang melintasi jalur laut ikonik Merak-Bakauheni.
Rombongan dilepas dari Dermaga Lanal Banten, Merak, dan menempuh jarak sekitar 33 kilometer dalam durasi kurang lebih 45 menit menuju Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bakauheni. Perjalanan ini melintasi jalur vital penghubung utama transportasi Sumatera-Jawa.
Zita mengungkapkan bahwa kondisi ombak yang dihadapi ternyata jauh lebih menantang dari prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) awal yang hanya 0,2–0,4 meter. “Pas di laut ternyata ombak semakin tinggi, mungkin sekitar 1,5 meter,” ungkap Zita.
Tantangan fisik terasa berat bagi peserta, terutama saat mendekati Bakauheni. “Verrel sampai jarinya terluka sedikit, dan Audrey cukup ngos-ngosan karena ombaknya besar sekali,” ungkap Zita. Situasi diperparah ketika arah ombak mulai melawan, berubah dari datang dari kiri menjadi datang dari depan saat mendekati Bakauheni.
Aksi jetski ini ditegaskan bukan hanya atraksi adrenalin, melainkan strategi untuk memperkuat pariwisata bahari Lampung Selatan. Kawasan Selat Sunda dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi minat khusus dan sport tourism.
Setibanya di Pelabuhan BBJ, rombongan disambut oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Bobby Irawan, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, serta jajaran Forkopimda.
Penyambutan ini secara resmi menandai dimulainya gelaran Lamsel Fest 2025. Acara ini diproyeksikan sebagai penggerak ekonomi, UMKM, dan pariwisata regional. Zita menegaskan bahwa Indonesia, sebagai negara kepulauan, memiliki peluang besar mengembangkan wisata antarpulau berbasis petualangan.
“Salah satu sport tourism cross island yang saya perkenalkan hari ini, mudah-mudahan bisa menjadi tren baru khususnya Merak-Bakauheni dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya. Zita optimistis Lampung Selatan akan berkembang menjadi pusat pariwisata baru di Sumatra, sejalan dengan tagline acara “Lampung Selatan Gerbang Sumatra untuk Dunia”.






