RAGAMNETWORK.COM – Proses seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara kini memasuki tahapan krusial, yaitu penulisan makalah. Tahapan ketiga ini secara resmi dibuka oleh Ketua Panitia Seleksi (Pansel), Penjabat Sekda Kolaka Utara H. Muhammad Idrus, S.Sos., M.Si., didampingi oleh jajaran pansel di salah satu hotel di Lasusua, pada Jumat (7/11).
Plt. Kepala BKPSDM Kolaka Utara, Mawardi Hasan, ST, menjelaskan bahwa tahapan penulisan makalah ini merupakan kelanjutan dari dua proses sebelumnya. Semua peserta sebelumnya telah dinyatakan berhak ikut setelah lulus pemeriksaan administrasi dan dinyatakan memenuhi syarat dalam assesment center yang dilaksanakan di Polda.
Mawardi menyebutkan bahwa dari 32 peserta yang terdaftar, sebanyak 31 peserta hadir dan mengikuti tahapan penulisan makalah. Sayangnya, satu peserta lainnya berhalangan hadir karena kondisi kesehatan, yang secara otomatis akan mengurangi total nilai kumulatifnya. “Yang satu orang berhalangan hadir karena kurang sehat, sehingga otomatis nilainya akan kurang di bagian makalah,” tambahnya.
Tahapan seleksi JPT ini terdiri dari empat tahap utama: administrasi, assessment, penulisan makalah, dan wawancara. Setelah keempatnya selesai, panitia akan menjumlahkan nilai secara kumulatif untuk menentukan tiga besar calon pejabat terbaik (CPT). Tiga nama inilah yang akan diajukan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), dalam hal ini Bupati Kolaka Utara, untuk dipilih salah satunya.
Mawardi juga memaparkan komposisi tim Pansel yang sangat kredibel, terdiri dari berbagai unsur: Sekda Kolaka Utara sebagai ketua, Inspektur Daerah, dua akademisi dari Universitas Halu Oleo, serta satu tokoh profesional yang juga tokoh masyarakat.
Bobot penilaian dalam seleksi ini dirancang ketat untuk mencari kandidat terbaik. Mawardi mengungkapkan bahwa administrasi memiliki bobot 20 persen, assessment 25 persen, penulisan makalah 20 persen, dan wawancara memiliki bobot tertinggi, yakni 35 persen.
Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, seluruh rangkaian seleksi akan berakhir pada 14 November 2025. Pada hari itu pula, pengumuman tiga besar peserta dengan nilai tertinggi akan dirilis.
“Harapan kami dari proses seleksi ini adalah menemukan calon pejabat yang benar-benar memahami visi dan misi Bupati,” tutup Mawardi. Ia optimis bahwa dengan proses ini, “percepatan pembangunan di Kolaka Utara dapat dilaksanakan oleh pejabat yang tepat, profesional, dan berintegritas tinggi.”






