RAGAMNETWORK.COM – Pemerintah Kota Cimahi kembali menggelar Aksi Nyata Bersih Sampah Serentak, sebuah kegiatan yang menegaskan komitmen daerah dalam membangun budaya bersih dan kelestarian lingkungan. Aksi ini berlangsung pada Jumat (7/11) di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi, melibatkan jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, perangkat daerah, instansi vertikal, pelaku usaha, dan masyarakat.
Kegiatan hari itu merupakan penutup dari rangkaian aksi bersih yang telah dilaksanakan secara bertahap sejak 17 Oktober 2025. Sebelumnya, aksi serupa telah menyasar lokasi strategis seperti Alun-alun Kota Cimahi, PT Ayoe Indotama Tekstil, dan Pasar Atas Cimahi.
Direktur Pemulihan Lahan Terkontaminasi dan Tanggap Darurat Limbah B3 dan Non-B3 KLHK, Amsor, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari gerakan besar nasional. “Hari ini, aksi bersih tidak hanya dilakukan di Cimahi tetapi juga serentak di seluruh wilayah Indonesia. Ini adalah bentuk nyata dukungan pemerintah pusat bersama daerah dalam mengendalikan sampah mulai dari sumbernya,” jelas Amsor.
Amsor menekankan bahwa tujuan aksi ini bukan hanya sekadar memindahkan sampah. Ia menyoroti pentingnya mengubah perilaku dan cara pandang masyarakat terhadap sampah. “Kegiatan ini bukan sekadar memindahkan sampah ke TPA, tapi membangun kesadaran bersama untuk memperlakukan sampah dengan bijak. Edukasi sejak dini sangat penting, mulai dari sekolah dasar hingga lingkungan keluarga, agar kesadaran menjaga kebersihan tumbuh secara berkelanjutan,” tambahnya.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Cimahi, Drs. Achmad Nuryana, menyampaikan bahwa aksi di lingkungan Pemkot juga mencakup pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu secara langsung, sekaligus edukasi kepada seluruh pegawai. “Kita mulai dari lingkungan pemerintah sebagai contoh nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Achmad Nuryana mengungkapkan hasil yang sangat positif dari gerakan ini. “Gerakan ini terbukti efektif. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup, volume sampah yang diangkut ke TPA sudah berkurang signifikan,” jelasnya. Ia merinci penurunan volume sampah harian ke TPA Sarimukti, “dari sebelumnya 330 ton per hari, kini turun menjadi sekitar 97 ton.”
Penurunan drastis ini, menurut Achmad, membuktikan bahwa kebiasaan memilah dan mengolah sampah di tingkat rumah tangga mulai berjalan efektif. Keterbatasan daya tampung di TPA Sarimukti menjadi dorongan kuat bagi Cimahi untuk memperkuat kebijakan zero waste melalui konsep 3R (reduce, reuse, recycle). “Sampah yang dikirim ke TPA kini benar-benar yang bersifat residu. Kita terus dorong masyarakat untuk memilah sejak dari sumbernya agar beban pembuangan semakin berkurang,” ujarnya.
Melalui kegiatan Aksi Nyata Bersih Sampah Serentak, Pemerintah Kota Cimahi memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Ini adalah langkah nyata dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, menuju Kota Cimahi yang bersih dan sehat.






