Drama di lapangan kadang belum selesai ketika peluit panjang berbunyi. Di era media sosial, pertandingan bisa “lanjut” dalam bentuk konten—dan Wolverhampton Wanderers memanfaatkan momen itu setelah duel sengit melawan Arsenal yang berakhir 2-2 di Molineux.
Pada 19 Februari, Wolves mengunggah video TikTok berdurasi 81 detik yang merangkum momen-momen yang mereka anggap sebagai “pelajaran” bagi Arsenal. Konten tersebut segera menyebar, memancing reaksi besar dari warganet, termasuk gelombang komentar yang menjadikan Arsenal bahan olok-olok.
Video dibuka dengan cuplikan Gabriel Martinelli mengangkat tangan ke arah tribun tuan rumah, memperlihatkan gestur percaya diri saat Arsenal unggul 2-1. Wolves memberi teks yang menekankan suasana “pede” itu, seolah mengisyaratkan Arsenal merasa laga sudah aman.
Setelahnya, video menyorot rangkaian adegan yang bernuansa sindiran: tempo permainan Arsenal yang melambat, beberapa pemain yang terlihat berbaring di lapangan, serta momen-momen ketika situasi bola mati berlangsung lama. Salah satu cuplikan menampilkan bek tengah Santiago Bueno berlari mengambil bola untuk tendangan sudut tim tamu, namun “penendangnya” tak kunjung datang.
Wolves menyelipkan komentar sarkastik yang kurang lebih menyatakan mencari penendang sepak pojok “pasti sulit”. Ada pula adegan ketika Gabriel Magalhaes tergeletak beberapa saat, lalu bangkit kembali, yang kemudian dibalas Wolves dengan teks bercanda bahwa ia “ternyata baik-baik saja”.
Inti sindiran itu diarahkan pada konsep “game management”. Wolves menamai video mereka dengan frasa yang bernada mengejek, seakan mengatakan Arsenal mencoba mengamankan kemenangan dengan memperlambat ritme, tetapi pada akhirnya gagal membawa pulang tiga poin.
Bagian penutup video adalah momen paling menentukan: gol penyama kedudukan di menit ke-94 oleh Tom Edozie. Dalam situasi itu, terjadi miskomunikasi antara Gabriel dan kiper David Raya, lalu tembakan Edozie sempat mengenai Riccardo Calafiori sebelum masuk ke gawang. Perayaan pun meledak di kubu tuan rumah.
Dampak konten itu terlihat cepat. Dalam empat jam pertama, video Wolves sudah mengumpulkan jutaan penayangan dan melampaui 270.000 tanda suka. Banyak komentar memuji kreativitas Wolves, sementara sebagian lainnya menjadikan Arsenal sasaran candaan soal upaya “mengulur waktu”.
Di atas lapangan, Arsenal sebenarnya memulai pertandingan dengan baik. Bukayo Saka mencetak gol cepat pada menit kelima. Arsenal lalu menambah keunggulan pada awal babak kedua lewat gol yang dalam laporan pertandingan dicatat atas nama Piero Hincapie.
Namun Wolves tidak menyerah. Mereka memperkecil ketertinggalan melalui gol H. Bueno pada menit ke-61, sebelum akhirnya Tom Edozie memastikan satu poin lewat gol dramatis di injury time. Ketegangan juga muncul selepas laga saat striker Gabriel Jesus terlibat dorong-mendorong dengan Yerson Mosquera hingga memancing pemain dari kedua kubu turun tangan.
Meski gagal menang, Arsenal masih memimpin klasemen, unggul lima poin dari Manchester City namun telah memainkan satu pertandingan lebih banyak. Jadwal mempertemukan kedua tim secara langsung di Stadion Etihad pada 18 April, yang berpotensi menjadi penentu arah perebutan gelar.






