Petinju kelas berat asal Inggris Anthony Joshua kembali menegaskan perbedaan kelas antara petinju profesional dan selebritas ring setelah menghentikan YouTuber sekaligus petinju Jake Paul lewat kemenangan knock-out pada ronde keenam. Pertarungan yang digelar di Kaseya Center, Miami, Sabtu pagi (20/12/2025), menjadi sorotan dunia karena digelar secara eksklusif di platform Netflix.
Duel ini sejak awal menuai kontroversi. Banyak pengamat meragukan keseriusan laga antara mantan juara dunia kelas berat dengan figur populer media sosial. Namun, Jake Paul membuktikan keberaniannya dengan benar-benar naik ring menghadapi Joshua, meski akhirnya harus mengakui keunggulan teknik, tenaga, dan pengalaman lawannya.
Joshua, yang berusia 36 tahun, tampil dominan sejak pertengahan laga. Setelah ronde-ronde awal diwarnai pergerakan cepat Paul yang berusaha menjauh dari jangkauan pukulan, kekuatan fisik dan tekanan berkelanjutan Joshua mulai mengikis stamina petinju asal Amerika Serikat tersebut.
Memasuki ronde keempat dan kelima, pukulan lurus dan kombinasi keras Joshua semakin sering mendarat. Paul beberapa kali terjatuh dan terlihat kesulitan menjaga keseimbangan. Pada ronde keenam, sebuah pukulan kanan telak Joshua akhirnya menjatuhkan Paul untuk terakhir kalinya, memaksa wasit menghentikan pertandingan.
Dengan kemenangan ini, Joshua mencatatkan rekor 29 kemenangan (26 KO) dan 4 kekalahan, sementara Paul harus menerima kekalahan kedua dalam karier profesionalnya. Seusai laga, Paul mengakui rahangnya mengalami cedera serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan.
Pertarungan ini menjadi laga comeback Joshua setelah kekalahan dari Daniel Dubois pada September 2024. Meski duel melawan Paul belum sepenuhnya menjawab keraguan publik soal daya saing Joshua di level elite, laga ini berhasil mengembalikan sorotan dunia kepadanya sekaligus membuka akses ke audiens global yang lebih luas.
Joshua sendiri mengakui penampilannya belum sempurna, namun menghargai keberanian Paul. Ia menegaskan bahwa dunia tinju tetap membutuhkan fondasi latihan, disiplin, dan pengalaman panjang—hal yang tidak bisa digantikan oleh popularitas semata.
Ke depan, Joshua mengisyaratkan target yang lebih besar, termasuk kemungkinan pertarungan megabintang melawan Tyson Fury pada 2026, setelah sebelumnya muncul rumor laga pemanasan di Arab Saudi awal tahun depan.






