Menjelang Idulfitri 1447 H, Pemerintah Kabupaten Sumedang menyiapkan pengamanan khusus untuk malam takbiran. Pengecekan kesiapan itu dilakukan lewat apel gelar pasukan yang dipusatkan di Pos Idul Fitri Terminal Ciakar pada Jumat malam. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Apel dipimpin Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, didampingi unsur Forkopimda. Barisan peserta berasal dari banyak unsur, mulai TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD, Damkar, PMI, hingga elemen pendukung lainnya. Fokusnya satu: memastikan malam takbiran berjalan aman dan tertib.
Dalam arahannya, bupati menegaskan bahwa takbiran adalah momentum bahagia, tetapi tetap menyimpan potensi kerawanan. Risiko yang dimaksud tidak hanya soal ketertiban umum, melainkan juga keselamatan berlalu lintas, kepadatan titik-titik keramaian, hingga potensi gangguan sosial yang bisa muncul ketika mobilitas warga meningkat.
Ia menyinggung perubahan pola pergerakan masyarakat di Sumedang setelah Tol Cisumdawu makin optimal. Arus kendaraan dinilai lebih padat di gerbang tol, jalur arteri, pusat kota, serta akses menuju kawasan wisata. Kondisi itu, menurutnya, perlu diantisipasi dengan strategi pengamanan yang disiplin dan respons cepat.
Karena itu, personel diminta menjaga kesiapan fisik dan mental selama bertugas. Petugas juga didorong melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan, termasuk mengurai kemacetan, memetakan titik rawan, dan mengantisipasi kerawanan sosial di lokasi-lokasi dengan konsentrasi massa tinggi.
Bupati juga mengingatkan soal cuaca yang sulit ditebak. Dalam situasi hujan atau kondisi ekstrem, risiko bencana dapat meningkat dan memerlukan koordinasi lintas sektor. Ia meminta seluruh unsur tetap siaga, dengan pola komunikasi yang jelas agar penanganan di lapangan bisa dilakukan cepat, tepat, efektif, dan efisien.
Di sisi operasional, soliditas antarinstansi menjadi kata kunci. Ia menekankan pentingnya sinergi untuk memastikan layanan publik—mulai dari pengaturan lalu lintas, pengamanan ibadah, hingga layanan darurat—dapat berjalan tanpa saling tumpang tindih.
Menutup arahan, bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang terlibat. Ia berharap pengabdian personel dalam menjaga ketertiban malam takbiran bernilai ibadah, sekaligus memberi rasa aman bagi masyarakat yang merayakan hari kemenangan.






