Koops TNI Papua Klaim Tindak Anggota OPM Saat Patroli di Nabire

Avatar photo

- Penulis Berita

Minggu, 22 Maret 2026 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koops TNI Papua Klaim Tindak Anggota OPM Saat Patroli di Nabire

Koops TNI Papua Klaim Tindak Anggota OPM Saat Patroli di Nabire

Koops TNI Papua melaporkan adanya insiden penindakan saat patroli keamanan di wilayah Nabire, Papua Tengah, pada Minggu (15/3/2026). Menurut keterangan resmi, patroli rutin mendapati dua orang yang disebut membawa dua pucuk senjata api, lalu terjadi kontak tembak di lokasi.

Dalam kronologi yang disampaikan, kedua orang tersebut disebut melarikan diri ke arah hutan setelah kontak tembak berlangsung. Tim patroli kemudian melakukan pengejaran. Hasil operasi itu, satu orang dilaporkan ditemukan meninggal di tempat kejadian.

Koops TNI Papua mengidentifikasi korban sebagai Hurbianus Mirip. Ia disebut bagian dari kelompok OPM pimpinan Aibon Kogoya di Kodap III. Pihak TNI juga menyatakan yang bersangkutan diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan di Papua.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk menjelaskan alasan operasi patroli dan langkah penindakan. Dalam konteks keamanan wilayah, TNI menyebut tindakan yang diambil merupakan upaya menjaga stabilitas serta melindungi masyarakat dari gangguan kelompok bersenjata.

Kapen Koops TNI Papua Letkol M. Wirya Arthadiguna mengatakan pihaknya tidak memberi ruang bagi aktivitas kelompok yang dinilai mengancam keamanan. Ia menyebut pendekatan yang dilakukan bersifat tegas, namun tetap mengedepankan upaya membangun stabilitas, kesejahteraan, dan kepercayaan masyarakat.

Baca Juga :  Rest Area Bojonegoro Siaga H-7 sampai H+7 untuk Pemudik Lebaran 2026

Pihak TNI juga menegaskan operasi dilakukan secara profesional dan terukur sesuai prosedur yang berlaku. Narasi ini menekankan bahwa kegiatan patroli merupakan rutinitas yang disiapkan untuk memetakan situasi lapangan dan merespons potensi gangguan keamanan.

Di sisi lain, insiden bersenjata seperti ini selalu menjadi pengingat bahwa tantangan keamanan di Papua memiliki kompleksitas tinggi. Faktor geografis, akses yang sulit, serta dinamika sosial setempat membuat operasi keamanan memerlukan koordinasi dan kehati-hatian yang berlapis.

Koops TNI Papua menyatakan akan terus melanjutkan langkah-langkah pengamanan demi menciptakan rasa aman di wilayah. Informasi lanjutan terkait penanganan kejadian biasanya mengikuti proses internal dan koordinasi dengan pihak terkait, terutama bila ada pengembangan temuan di lapangan.

Berita Terkait

Alumni LPDP Turun Mengajar di SD Sumedang untuk Percepat Transformasi Pendidikan Digital
Sumedang Arahkan Pembangunan 2027 ke Pertumbuhan Produktivitas Ekonomi yang Lebih Berkualitas
Babinsa Magetan Kawal Penyaluran Bantuan Pangan agar Tepat Sasaran dan Tetap Aman
Forkopimca Plaosan Gelar Apel dan Halal Bihalal untuk Perkuat Silaturahmi Pasca-Lebaran
Posyandu Balita di Magetan Didorong Jadi Benteng Awal Cegah Stunting dan Penyakit Anak
Saka Wira Kartika Barat Gelar Halal Bihalal untuk Perkuat Karakter dan Kebersamaan
Cimahi Terapkan WFH Jumat untuk ASN dengan Layanan Publik Tetap Berjalan
Cimahi Perkuat Bank Sampah dan TPS 3R untuk Kurangi Beban Sarimukti

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Alumni LPDP Turun Mengajar di SD Sumedang untuk Percepat Transformasi Pendidikan Digital

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Sumedang Arahkan Pembangunan 2027 ke Pertumbuhan Produktivitas Ekonomi yang Lebih Berkualitas

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Babinsa Magetan Kawal Penyaluran Bantuan Pangan agar Tepat Sasaran dan Tetap Aman

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Forkopimca Plaosan Gelar Apel dan Halal Bihalal untuk Perkuat Silaturahmi Pasca-Lebaran

Rabu, 8 April 2026 - 12:49 WIB

Posyandu Balita di Magetan Didorong Jadi Benteng Awal Cegah Stunting dan Penyakit Anak

Berita Terbaru