Tentara Nasional Indonesia menggelar Rapat Koordinasi Teknis Kesehatan atau Rakorniskes TNI Tahun 2026 dengan fokus memperkuat sistem kesehatan prajurit guna mendukung terwujudnya TNI yang PRIMA. Kegiatan ini berlangsung di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat, 13 Maret 2026.
Acara dibuka secara resmi oleh Inspektur Jenderal TNI Laksdya TNI Hersan yang mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Rakorniskes tahun ini mengusung tema “Kesehatan TNI Siap Mewujudkan TNI yang PRIMA, Indonesia Maju dan Berdaulat” dan diikuti jajaran kesehatan TNI dari tiga matra, baik secara langsung maupun melalui sambungan daring.
Dalam sambutan Panglima TNI yang dibacakan Irjen TNI, ditegaskan bahwa sistem kesehatan TNI memiliki posisi strategis dalam menjaga kesiapan operasional prajurit. Karena itu, pembinaan kesehatan harus terus diperkuat agar mampu menopang prajurit yang profesional, tangguh, dan selalu siap menjalankan setiap penugasan dari negara.
Panglima TNI juga menekankan pentingnya membangun sistem kesehatan yang adaptif, responsif, dan terintegrasi. Menurutnya, tantangan tugas ke depan menuntut dukungan layanan kesehatan yang tidak lambat, tidak terfragmentasi, dan mampu bergerak cepat ketika dibutuhkan dalam berbagai operasi maupun situasi darurat.
Peningkatan kualitas sistem kesehatan TNI bukan semata perkara administratif, melainkan berkaitan langsung dengan daya tahan organisasi. Jika kondisi kesehatan prajurit terjaga dengan baik, maka kesiapan tempur, kemampuan mobilisasi, dan keberlangsungan tugas nasional juga ikut lebih kuat. Tubuh prajurit memang bukan mesin, tapi kalau perawatannya kacau, hasilnya bisa sama-sama mogok di saat penting.
Di bagian akhir sambutannya, Panglima TNI menyoroti pentingnya kerja sama antara TNI dan Kementerian Kesehatan. Kolaborasi itu dinilai sebagai langkah strategis untuk mendukung target kesehatan nasional, terutama dalam percepatan eliminasi dua penyakit yang masih menjadi perhatian, yakni tuberkulosis atau TB dan malaria.
Rakorniskes TNI 2026 juga menghadirkan Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), sebagai narasumber utama. Ia menyampaikan materi mengenai sinergi antara TNI dan Kementerian Kesehatan dalam memperkuat pelayanan kesehatan TNI, sekaligus mendukung langkah percepatan eliminasi TB dan malaria di Indonesia.
Setelah seluruh rangkaian materi dan koordinasi selesai dilaksanakan, kegiatan ditutup secara resmi oleh Kapuskes TNI Mayjen TNI dr. Hadi Juanda. Rakorniskes ini menunjukkan bahwa penguatan kesehatan prajurit bukan hanya agenda internal TNI, tetapi juga bagian dari strategi besar menjaga kesiapan nasional dan mendukung Indonesia yang lebih maju serta berdaulat.






